RADAR PATI - AYAM Pencok menjadi salah satu makanan khas Kabupaten Grobogan. Makanan ini awal mula berasal dari Kecamatan Kradenan.
Makanan ini mempunyai ciri khas ayam utuh dan dibakar. Ayam yang digunakan adalah ayam kampung.
Cara pembuatanya dibakar secara langsung. Tanpa digodog. Sehingga rasa ayam terasa matang dan kering.
Cara pembakaranya juga harus sabar karena memakan waktu sampai tiga jam.
Baca Juga: Rp 75 Ribu Sudah Dapat Sepaket Cita Rasa Kuliner Kepulauan Karimunjawa Jepara
Inilah ciri khas rasa yang tidak dimiliki ayam bakar lainya. Karena proses bakar menggunakan arang dibakar sampai tiga jam dan ayam dibakar utuh.
Maka daging ayam bisa matang luar dan dalam.
Salah satu penikmat kuliner Sulis warga Kelurahan Kalongan, Kecamatan Purwodadi mengaku ayam pencok khas Kradenan memiliki rasa berbeda dengan ayam bakar lainya.
Daging ayam bakar terasa matang luar dalam karena dibakar dengan waktu lama.
”Rasanya enak, gurih dan empuk dagingya. Apalagi ada sambal urap ya jadi selera untuk menambah makan,” kata dia.
Pemilik Rumah Makan Sri Jago Muda Sri Nurhayati yang menjual ayam pencok mengaku sudah bertahun-tahun menjual ayam pencok yang disediakan khas dari kradenan.
Dimana ccra masak Ayam Pencok ini gunakan satu ayam utuh dibakar pakai arang selama tiga jam.
”Ini agar ayam bisa matang luar dan dalam. Karena ayam langsung di bakar tidak godog dulu,” kata Sri Nuryati pemilik RM Mbak Sri Jago Muda.
Bagi pecinta kuliner maka bisa merasakan menikmati makan ayam bakar dengan rasa daging matang dan meresap luar dalam.
Sebelum dibakar Ayam diberikan bumbu dari Bawang Putih dan Garam. Dua bumbu tersebut dihaluskan dan dilaburkan ke seluruh daging ayam.
Kemudian ayam dipanggang sampai matang selama tiga jam.
”Untuk makan Ayam Pencok ini bisa dengan cara ayam disiwir-siwir dan dipadu dengan bumbu urap. Rasanya ayam nikmat dengan sambel urap ini,” ujarnya.
Bumbu urap sebagai pendamping ini menggunakan bahan baku dari bawang merah , kencur, cabai rawit, lombo merah dan dicampuri kelapa.
Dari bahan itu, sebelum dibuat dikukus terlebih dahulu sendiri-sendiri. Setelah selesai dikukus dicampur jadi satu.
”Karena menggunakan bumbu dengan cara dikukus maka kelapa dan bumbu tidak basi. Rasa sambal bisa pas sambil makan bersama nasi putih,” terang dia.
Menurutnya banyak warga Kabupaten Grobogan dan sekitarnya suka dengan Ayam Pencok karena ayamnya matang luar dalam.
Kemudian dilihat dari pembuat Ayam Pencok harus sabar karena dibakar selama tiga jam prosesnya berasal dari ayam mentah sampai matang.
”Makanan ini cocok dimakan saat musim penghujan dan makanan setiap hari karena jadi ciri khas makanan khas Grobogan,” tambahnya. (mun/him)
Editor : Abdul Rochim