Skrining Mata di Kota Kudus Temukan 250 Murid SD Alami Gangguan Penglihatan

Abdul Rochim • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 17:29 WIB
TES MATA: Tim kesehatan Puskesmas Wergu Wetan saat memeriksa kondisi mata murid di ruang pemeriksaan. (INDAH SUSANTI/RADAR PATI)
TES MATA: Tim kesehatan Puskesmas Wergu Wetan saat memeriksa kondisi mata murid di ruang pemeriksaan. (INDAH SUSANTI/RADAR PATI)

KUDUS – Skrining kesehatan mata terhadap murid sekolah dasar (SD) di wilayah kerja Puskesmas Wergu Wetan, Kecamatan Kota, menemukan 250 siswa mengalami gangguan penglihatan dengan tingkat keparahan yang beragam.

Temuan tersebut merupakan tindak lanjut pelatihan skrining ketajaman penglihatan yang diberikan kepada 50 guru dari 25 SD di wilayah tersebut.

Presiden Rotary Club Kudus Paulus Rawuh mengatakan, pada skrining awal yang dilakukan para guru, terdapat 480 anak yang diduga mengalami gangguan penglihatan.

Setelah dilakukan pemeriksaan ulang oleh dokter spesialis mata, sebanyak 250 siswa diprioritaskan mendapatkan bantuan kacamata.

Baca Juga: KULINER: Dawet Legend di Kudus Murah Meriah 

”Temuan tersebut merupakan tindak lanjut dari pelatihan skrining ketajaman penglihatan yang diberikan kepada 50 guru dari 25 SD di wilayah tersebut,” kata Paulus di sela-sela kegiatan skrining mata di Puskesmas Wergu Wetan Kudus, kemarin (1/9).

Awalnya, bantuan kacamata yang disiapkan hanya sebanyak 100 buah. Namun, karena jumlah siswa yang membutuhkan koreksi penglihatan cukup banyak, alokasi tersebut ditambah 150 kacamata sehingga total menjadi 250 buah.

Menurut Paulus, program pelatihan skrining kesehatan mata tersebut merupakan bagian dari kegiatan Rotary yang dilaksanakan di sejumlah daerah, yakni Semarang, Kudus, dan Pati.

”Para guru dilatih agar bisa melakukan skrining ketajaman penglihatan mata anak-anak SD. Supaya kalau ditemukan sejak dini, pencegahan kebutaan bisa dilakukan sejak awal dan mendapatkan penanganan yang tepat,” ujarnya.

Hasil pemeriksaan menunjukkan 250 siswa mengalami gangguan penglihatan sehingga membutuhkan koreksi menggunakan kacamata. Langkah tersebut diharapkan dapat mencegah kondisi penglihatan semakin parah sekaligus tidak mengganggu aktivitas belajar siswa.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus dr. Abdul Hakam mengaku terkejut dengan hasil pemeriksaan tersebut. Sebab, dari pengecekan kesehatan mata ditemukan siswa SD yang mengalami rabun jauh hingga minus 3.

Dia mengaku prihatin karena hanya dari satu wilayah kerja puskesmas sudah ditemukan 250 siswa yang mengalami gangguan penglihatan.

Menurut Hakam, temuan tersebut perlu segera ditindaklanjuti dengan memfasilitasi siswa yang mengalami gangguan penglihatan agar mendapatkan penanganan sejak dini. Hal itu penting untuk mencegah kondisi penglihatan berkembang menjadi lebih parah sekaligus mendukung aktivitas belajar siswa di sekolah.

Sementara itu, Kasi Kurikulum Dikdas Kudus Maulana Najib mewakili Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kudus mengatakan, hasil skrining tersebut akan menjadi bahan evaluasi dan rekomendasi untuk diterapkan di sekolah lainnya.

”Nanti akan kami jadwalkan untuk mendesiminasikan 50 guru yang sebelumnya mengikuti pelatihan skrining kesehatan mata siswa. Kami juga akan menggandeng Dinas Kesehatan untuk menyosialisasikan tentang upaya menjaga kesehatan mata para siswa sekolah dasar,” ujarnya. (san/him)

Editor : Abdul Rochim
skrining mata Kudus gangguan penglihatan siswa Puskesmas Wergu Wetan kacamata siswa kesehatan mata SD