Nasional Pati Jateng Kudus Jepara Grobogan Rembang Blora Sepakbola Olahraga Feature Khazanah Life Style Entertainment Wisata Kuliner Muria Raya Tekno

Bupati Sam’ani Gerak Cepat Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

Andika Trisna Saputra • Jumat, 17 Juli 2026 | 19:36 WIB

PEDULI: Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menyalurkan bantuan air bersih di  Desa Glagahwaru, Kecamatan Undaan, Jumat (17/7). (DINAS KOMINFO KUDUS UNTUK RADAR PATI)
PEDULI: Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menyalurkan bantuan air bersih di Desa Glagahwaru, Kecamatan Undaan, Jumat (17/7). (DINAS KOMINFO KUDUS UNTUK RADAR PATI)

KUDUS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus bergerak cepat menangani krisis air bersih yang mulai melanda Desa Glagahwaru, Kecamatan Undaan, Kudus. 

Menindaklanjuti laporan warga terkait sumur yang mengering dan kualitas air yang memburuk, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris langsung turun ke lokasi untuk menyalurkan bantuan air bersih, Jumat (17/7).

Penyaluran bantuan dilakukan seusai Salat Jumat di Masjid Jami' Baitul Aziz. Bersama Perumda Tirta Muria, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Satpol PP Kudus, pemerintah menyalurkan 15.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan ratusan warga yang terdampak musim kemarau.

Baca Juga: Wabup Bellinda Isi Suara Karakter Animasi Uti untuk Kenalkan Sejarah dan Potensi Kudus

Sam’ani mengatakan, laporan masyarakat segera ditindaklanjuti agar kebutuhan air bersih tetap terpenuhi selama musim kemarau.

"Setelah salat Jumat di Masjid Jami' Baitul Aziz, Desa Glagahwaru, kami langsung melakukan dropping air bersih di lingkungan RT 3 setelah menerima aduan warga bahwa sumur mulai surut dan airnya berbau," ujarnya.

Menurutnya, kekeringan yang terjadi di Desa Glagahwaru membutuhkan penanganan cepat.

Karena itu, seluruh organisasi perangkat daerah terkait diminta bergerak bersama memberikan pelayanan kepada masyarakat.

"Hari ini bersama Perumda Tirta Muria, Satpol PP, dan BPBD kami menyalurkan 15 ribu liter air bersih bagi warga terdampak, mulai dari 50 kepala keluarga di RT 3 hingga warga di lingkungan lainnya yang juga mengalami kesulitan air," katanya.

Pemkab Kudus juga mengimbau masyarakat menggunakan air secara hemat serta segera melaporkan kepada pemerintah desa maupun BPBD apabila mulai mengalami kekurangan air bersih agar bantuan dapat segera disalurkan.

Dampak musim kemarau di Desa Glagahwaru mulai dirasakan sejak awal Juli.

Debit air sumur warga yang masih mengandalkan sumber air tanah terus menurun, bahkan sebagian telah mengering sehingga menyulitkan kebutuhan air sehari-hari.

Selama dua hari terakhir, BPBD Kudus rutin mendistribusikan bantuan air bersih menggunakan truk tangki berkapasitas 5.000 liter.

Air disalurkan melalui tandon yang ditempatkan di dua titik, yakni RW 2 dan RW 3, sehingga warga dapat mengambil air sesuai kebutuhan.

Perangkat Desa Glagahwaru, Bambang Sutomo, mengatakan kekeringan terutama dialami warga yang masih menggunakan sumur sebagai sumber air utama.

Sementara warga yang telah terhubung dengan jaringan PDAM masih dapat memenuhi kebutuhan air bersih.

"Bagi warga yang mengandalkan sumur memang terdampak. Sedangkan warga yang sudah menggunakan layanan PDAM masih bisa memperoleh air," jelasnya.

Ia menambahkan, pemerintah desa terus berkoordinasi dengan BPBD Kudus dan pihak kecamatan untuk memastikan distribusi air bersih tetap berjalan.

Jika stok air di tandon habis, desa akan kembali mengajukan permintaan bantuan agar kebutuhan warga tetap tercukupi hingga musim kemarau berakhir. (dik/him)

 
 
 
Editor : Abdul Rochim
kekeringan Kudus bantuan air bersih Bupati Sam'ani Intakoris Desa Glagahwaru bpbd kudus