
KUDUS – Atmosfer balap motor kembali bergairah di Kabupaten Kudus. Setelah vakum selama sembilan tahun, Pengurus Kabupaten (Pengkab) Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kudus memastikan Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Road Race Jawa Tengah akan digelar di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus pada 12–13 September 2026.
Ajang bergengsi tersebut ditargetkan diikuti sedikitnya 120 pembalap dari berbagai daerah.
Sejumlah rider nasional juga dijadwalkan ikut mengaspal sehingga diperkirakan bakal menyuguhkan persaingan sengit di pusat Kota Kudus.
Baca Juga: Libur Sekolah, Kunjungan Perpusda Kudus Tembus 300 Orang per Hari
Rencana penyelenggaraan itu mengemuka setelah jajaran Pengkab IMI Kudus beraudiensi dengan Bupati Kudus Sam'ani Intakoris.
Dalam pertemuan tersebut, panitia memaparkan konsep pelaksanaan balapan sekaligus meminta dukungan pemerintah daerah agar seluruh persiapan teknis dapat segera dimatangkan.
Ketua Pengkab IMI Kudus Christian Rahardiyanto mengatakan izin penyelenggaraan telah diajukan sejak Februari 2026 dan saat ini tinggal menunggu persetujuan akhir.
Berbagai persiapan terus dilakukan, mulai penataan lintasan, pengamanan, hingga koordinasi dengan instansi terkait.
Menurut Christian, kejuaraan ini tidak hanya menjadi hiburan bagi pecinta otomotif.
Tapi juga sebagai wadah resmi bagi pembalap muda sehingga diharapkan mampu menekan maraknya balap liar.
"Target utama kami mengurangi balap liar sekaligus memberikan ruang bagi anak-anak muda untuk menyalurkan bakat secara aman dan sesuai regulasi," ujarnya.
Baca Juga: Klaim Makam Arya Penangsang di Kudus Jadi Sorotan, Warga Minta Dasar Sejarah Dibuka ke Publik
Karena Kudus belum memiliki sirkuit permanen, balapan akan menggunakan lintasan sementara di kawasan Alun-alun Simpang Tujuh.
Skema tersebut telah diterapkan di sejumlah daerah lain di Jawa Tengah.
Panitia memastikan penutupan jalan hanya dilakukan saat perlombaan berlangsung.
Setelah pukul 17.00 WIB, arus lalu lintas akan kembali dibuka agar aktivitas masyarakat tetap berjalan normal.
Selain menjadi ajang pembinaan atlet menuju Porprov Jawa Tengah 2026, kejuaraan ini juga diproyeksikan memberikan dampak ekonomi.
Kehadiran ratusan pembalap, tim, dan penonton diperkirakan akan meningkatkan okupansi hotel, kunjungan wisatawan, serta transaksi pelaku UMKM di Kudus.
Panitia menyiapkan sekitar 12 kelas perlombaan sesuai regulasi IMI.
Kelas yang dipertandingkan meliputi kategori usia 6–8 tahun, 8–12 tahun, 15 tahun ke atas, hingga kelas lokal dan open menggunakan motor 150 cc standar maupun tune up.
Christian mengungkapkan antusiasme peserta cukup tinggi.
Berdasarkan informasi dari event organizer, banyak rider nasional ingin tampil karena Kudus sudah lama tidak menjadi tuan rumah kejuaraan road race.
"Target kami minimal 120 peserta," katanya.
Setiap race akan diikuti maksimal 24 pembalap dengan durasi delapan hingga 12 putaran.
Lintasan sepanjang sekitar 750 meter dimulai dari depan Pendapa Kabupaten Kudus, melintasi depan Ramayana menuju Jalan Ahmad Yani, berputar di kawasan Toko Mas Candi, lalu kembali finis di Alun-alun Simpang Tujuh.
Ia juga meminta dukungan masyarakat karena selama pelaksanaan akan diberlakukan rekayasa lalu lintas.
Menurutnya, event yang hanya digelar setahun sekali tersebut diharapkan mampu menjadi solusi untuk mengurangi aksi balap liar di Kudus.
Sementara itu, Bupati Kudus Sam'ani Intakoris menyatakan mendukung penuh penyelenggaraan Kejurprov Road Race.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sarana pembinaan generasi muda sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan masyarakat. (*/him)