Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Klaim Makam Arya Penangsang di Kudus Jadi Sorotan, Warga Minta Dasar Sejarah Dibuka ke Publik

Abdul Rochim • Selasa, 7 Juli 2026 | 19:08 WIB


MAKAM: Makam yang diklaim sebagai makam tokoh bersejarah Arya Penangsang di Desa Jepang. (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR PATI)

MAKAM: Makam yang diklaim sebagai makam tokoh bersejarah Arya Penangsang di Desa Jepang. (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR PATI)

KUDUS – Sebuah makam di Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, menjadi perhatian publik setelah diklaim sebagai makam tokoh sejarah Arya Penangsang.

Klaim tersebut mencuat usai digelarnya prosesi buka luwur yang disebut sebagai haul Arya Penangsang pada malam 16 Suro, sehingga memunculkan harapan sekaligus pertanyaan di tengah masyarakat.

Prosesi buka luwur perdana berlangsung pada Rabu (1/7) malam dan dihadiri peziarah dari berbagai daerah.

Baca Juga: Lima SD Negeri di Kudus Baru Dapat Tiga hingga Empat Murid

Kegiatan tersebut menjadi awal penghormatan terhadap makam yang diyakini sebagian pihak sebagai tempat peristirahatan terakhir Arya Penangsang, tokoh yang dikenal dalam sejarah sebagai murid Sunan Kudus.

Makam itu berada di pekarangan milik warga, sekitar 200 meter di utara Masjid Wali Desa Jepang.

Kompleks tersebut terdiri atas satu makam yang telah dibangun permanen dan terawat, dengan panjang diperkirakan sekitar tiga meter. 

Di lokasi juga terpasang papan bertuliskan "Makam Pangeran Arya Penangsang, Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus" yang mencantumkan nama DPC Naqobah Ansab Aulia Tis'ah (NAAT) Kudus.

Saat ditemui, pengurus makam belum bersedia menjelaskan dasar penetapan makam tersebut sebagai makam Arya Penangsang.

Mereka menyebut seluruh penjelasan mengenai hasil penelusuran sejarah akan disampaikan secara resmi melalui DPC NAAT Kudus.

Kepala Desa Jepang, Indarto, mengatakan pemerintah desa menghormati upaya penelusuran sejarah yang dilakukan NAAT Kudus.

Menurutnya, penelitian tersebut tidak hanya dilakukan di tingkat kabupaten, tetapi juga melibatkan pengurus NAAT Jawa Tengah hingga tingkat pusat.

Indarto mengungkapkan, saat prosesi buka luwur, pengurus NAAT Jawa Tengah menyatakan siap membuka hasil penelitian yang menjadi dasar keyakinan mereka bahwa makam tersebut merupakan makam Arya Penangsang.

Langkah itu dinilai penting agar masyarakat maupun kalangan akademisi dapat mengkaji klaim tersebut secara terbuka.

"Mereka terbuka kepada siapa pun yang ingin mempertanyakan atau mendiskusikan hasil penelusurannya. Kalau ada yang meragukan, mereka siap menyajikan data-data pendukung yang mereka yakini," ujarnya, Selasa (7/7).

Ia menambahkan, mayoritas warga Desa Jepang tidak mempermasalahkan munculnya klaim tersebut.

Bahkan, masyarakat berharap apabila penelitian lanjutan membuktikan makam itu benar merupakan makam Arya Penangsang.

Kawasan tersebut dapat berkembang menjadi destinasi wisata religi yang mampu meningkatkan kunjungan peziarah sekaligus menggerakkan perekonomian warga.

Meski demikian, pemerintah desa mengingatkan agar persoalan penggunaan lahan diselesaikan sejak awal.

Sebab, makam berada di atas tanah milik warga sehingga diperlukan kesepakatan antara pengurus NAAT dan pemilik lahan untuk menghindari potensi sengketa di kemudian hari.

"Mumpung masih awal, persoalan penggunaan lahan diselesaikan lebih dulu. Jangan sampai nanti setelah tempat ini ramai dan menjadi tujuan ziarah, justru muncul persoalan baru yang penyelesaiannya akan jauh lebih rumit," katanya. (dik/him)

Editor : Abdul Rochim
#wisata religi Kudus #makam Arya Penangsang #Desa Jepang Kudus #buka luwur Arya Penangsang #Arya Penangsang