Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

BULAN BUNG KARNO: Anak Muda di Kudus Bedah Buku Mentalitet Korea Bambang Pacul

Abdul Rochim • Rabu, 1 Juli 2026 | 19:35 WIB

DISKUSI: Narasumber, Casytha Arriwi menyampaikan materi bedah buku di hotel @Hom, Rabu (1/7). (‎DPC GMNI KUDUS UNTUK RADAR PATI)
DISKUSI: Narasumber, Casytha Arriwi menyampaikan materi bedah buku di hotel @Hom, Rabu (1/7). (‎DPC GMNI KUDUS UNTUK RADAR PATI)

KUDUS – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Kudus menutup rangkaian peringatan Bulan Bung Karno dengan menggelar bedah buku Mentalitet Korea Semakin Terbanting, Semakin Melenting di Hotel @Hom Kudus, Rabu (1/7).

Kegiatan tersebut menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan karakter bagi mahasiswa dan pelajar agar memiliki mental tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan.

Ketua DPC GMNI Kabupaten Kudus, M. Najibul Faiz, mengatakan bedah buku tersebut merupakan puncak dari seluruh rangkaian kegiatan Bulan Bung Karno yang sebelumnya diisi berbagai lomba, seperti pidato dan esai, bagi pelajar SMA, MA, dan sederajat se-Muria Raya.

Baca Juga: INOVATIF! TPS Desa Sidorekso di Kudus Bisa Sulap Sampah Plastik Jadi BBM

Menurutnya, seluruh kegiatan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi media untuk mengenalkan nilai perjuangan Bung Karno serta ajaran marhaenisme kepada generasi muda.

"Kami ingin Bulan Bung Karno tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Melalui lomba dan bedah buku ini, kami berupaya memberikan pengetahuan sekaligus membangun karakter generasi muda agar memiliki semangat juang dan tidak mudah menyerah menghadapi tantangan," ujarnya.

Buku yang dibedah merupakan karya Putut EA yang mengangkat gagasan Ketua Persatuan Alumni (PA) GMNI Jawa Tengah, Bambang Wuryanto atau Bambang Pacul.

Dalam buku tersebut, istilah Mentalitet Korea dimaknai sebagai karakter kaum marhaen yang memiliki daya juang tinggi serta mampu bangkit dari berbagai keterbatasan.

Najib menilai tema tersebut relevan dengan kondisi saat ini. Menurutnya, mahasiswa dan pelajar membutuhkan ketangguhan mental untuk menghadapi perubahan sosial, dinamika kebijakan, hingga berbagai tantangan di masa depan.

Baca Juga: DUGAAN KORUPSI DI BGN: Begini Tanggapan Mitra SPPG yang Dipanggil Kejari Kudus selama Tiga Hari

"Harapannya, peserta bisa menyerap semangat yang disampaikan para narasumber. Seperti pesan Bung Karno, 'Ambillah apinya, jangan abunya'. Kami ingin semangat perjuangan itu tetap menyala dalam diri generasi muda," katanya.

Kegiatan menghadirkan langsung penulis buku, Putut EA, sebagai narasumber utama. Selain itu, hadir pula anggota DPD RI, Casytha Arriwi Kathmandu, yang memberikan perspektif mengenai gagasan dan nilai-nilai perjuangan yang diangkat dalam buku tersebut.

Sementara itu, Ketua Persatuan Alumni GMNI Kabupaten Kudus, Achmad Yusuf Roni, mengapresiasi konsistensi kader GMNI dalam menyelenggarakan kegiatan yang berorientasi pada penguatan kapasitas generasi muda.

Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam buku tersebut relevan sebagai bekal membangun generasi yang tangguh, kreatif, inovatif, dan disiplin.

"Nilai-nilai dalam buku Mentalitet Korea sangat relevan sebagai bekal bagi kader GMNI maupun generasi muda secara umum dalam menghadapi tantangan kehidupan," ujarnya.

Ia menambahkan, generasi muda saat ini perlu dijauhkan dari pola pikir instan dan pragmatis. Karena itu, pemahaman mengenai pentingnya proses dan ketekunan harus terus ditanamkan.

Yusuf Roni juga mencontohkan filosofi pion dalam permainan catur yang diangkat dalam buku. Meski memiliki gerak terbatas, pion dapat berubah menjadi bidak yang lebih kuat apabila berhasil mencapai ujung papan.

Filosofi tersebut menjadi simbol bahwa keberhasilan hanya dapat diraih melalui konsistensi, ketekunan, dan semangat pantang menyerah. (dik/him)

Editor : Abdul Rochim
#GMNI Kudus #Mentalitet Korea #bedah buku Kudus #generasi muda #Bulan Bung Karno