Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

AMPUH! Sebulan Berjalan, Program Biro Jodoh di Kudus Langsung Berhasil Antar Peserta Menuju Akad Nikah

Abdul Rochim • Minggu, 28 Juni 2026 | 20:28 WIB

ALHAMDULILLAH: Peserta Program Gegash menemukan calon pasangannya, belum lama ini. (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR PATI)
ALHAMDULILLAH: Peserta Program Gegash menemukan calon pasangannya, belum lama ini. (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR PATI)

KUDUS – Program biro jodoh Gegash (Golek Garwo Sah) yang diinisiasi Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) Kudus mulai menunjukkan hasil positif.

Meski baru diluncurkan kurang dari satu bulan, program pencarian pasangan hidup berbasis syariat Islam tersebut telah berhasil mempertemukan satu pasangan yang dijadwalkan melangsungkan akad nikah pada 22 Juli 2026.

Capaian tersebut menjadi awal yang menggembirakan bagi program yang bertujuan membantu masyarakat menemukan pasangan hidup melalui proses yang aman, terarah, dan sesuai syariat.

Di tengah tingginya kebutuhan masyarakat akan pendampingan dalam mencari jodoh, Gegash hadir tidak hanya sebagai wadah pertemuan, tetapi juga memberikan bimbingan hingga menuju pernikahan.

Baca Juga: Para Pegiat Sejarah Susuri Jejak Pecinan di Kudus, Ikuti Perjalanannya!

Direktur Program Gegash, Muhammad Sholikul Huda, mengatakan pasangan tersebut dipertemukan melalui tahapan ta'aruf yang difasilitasi LKKNU Kudus.

Menurutnya, keberhasilan ini menjadi motivasi bagi tim penyelenggara untuk terus mengembangkan layanan biro jodoh tersebut.

"Alhamdulillah sudah ada satu pasangan yang menemukan jodohnya melalui program Gegash dan dijadwalkan menikah pada 22 Juli mendatang. Ini menjadi kabar yang membahagiakan bagi kami," ujarnya.

Antusiasme masyarakat terhadap program ini juga terus meningkat. Hingga kini tercatat sekitar 130 peserta telah mendaftarkan diri.

Jika pada awal peluncuran jumlah peserta didominasi laki-laki, kini komposisinya mulai berimbang dengan peserta perempuan.

"Awalnya lebih banyak laki-laki, tetapi sekarang jumlah laki-laki dan perempuan sudah hampir seimbang," katanya.

Huda mengungkapkan, sebagian besar peserta mengikuti program karena mengalami kesulitan mendapatkan pasangan hidup.

Tidak sedikit peserta, khususnya perempuan berusia di atas 25 tahun, mengaku menghadapi tekanan sosial akibat belum menikah. 

Kondisi tersebut kerap memengaruhi rasa percaya diri hingga kesehatan mental mereka.

"Banyak yang merasa minder karena usia sudah di atas 25 tahun dan belum menikah. Padahal mereka hanya membutuhkan kepastian dan pasangan yang tepat. Karena itu kami hadir untuk memberikan pendampingan sekaligus penguatan mental," jelasnya.

Untuk menjaga kredibilitas program, setiap peserta diwajibkan melalui proses verifikasi identitas serta status pernikahan sebelum mengikuti tahapan ta'aruf.

Langkah tersebut dilakukan agar seluruh peserta memiliki data yang valid dan benar-benar serius mencari pasangan hidup.

LKKNU Kudus juga menjadwalkan sesi ta'aruf berikutnya pada 5 Juli 2026. Dalam kegiatan tersebut, peserta diperbolehkan hadir bersama wali maupun anggota keluarga.

Sementara pihak penyelenggara bertindak sebagai fasilitator yang membantu mempertemukan, membangun komunikasi, sekaligus memberikan pendampingan selama proses berlangsung.

Menurut Huda, pendampingan tidak berhenti ketika peserta menemukan pasangan.

LKKNU siap memberikan bimbingan lanjutan berupa nasihat perkawinan hingga menjelang pelaksanaan akad nikah apabila dibutuhkan.

"Ketika peserta sudah menemukan pasangan dan memiliki tujuan yang sama untuk membangun keluarga, kami siap mendampingi. Bahkan jika diminta, kami bisa memberikan nasihat perkawinan hingga menjelang akad nikah," tandasnya. (dik/him)

Editor : Abdul Rochim
#Gegash Kudus #biro jodoh LKKNU #Golek Garwo Sah #ta'aruf Kudus #program pencarian jodoh