Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Para Pegiat Sejarah Susuri Jejak Pecinan di Kudus, Ikuti Perjalanannya!

Abdul Rochim • Minggu, 28 Juni 2026 | 20:25 WIB


SEJARAH: Pemandu kegiatan menjelaskan kepada peserta sejarah pecinan di Kudus Timur, Minggu (28/6). (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR PATI)

SEJARAH: Pemandu kegiatan menjelaskan kepada peserta sejarah pecinan di Kudus Timur, Minggu (28/6). (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR PATI)

KUDUS – Kawasan Pecinan Wetan di Kabupaten Kudus kembali menjadi ruang belajar sejarah melalui kegiatan walking tour yang digelar Minggu (28/6).

Sebanyak 31 peserta diajak menyusuri jejak permukiman masyarakat Tionghoa di Kudus Timur sambil mengenal sejarah perdagangan, industri, hingga tokoh-tokoh yang berperan dalam perkembangan Kota Kudus.

Pemandu kegiatan, Rohmat Hidayatullah atau Dayat, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan peluncuran rute baru yang mengangkat narasi sejarah Pecinan Wetan.

Peserta diajak mengunjungi berbagai titik bersejarah yang menjadi saksi berkembangnya aktivitas ekonomi masyarakat Tionghoa pada masa lampau.

Baca Juga: Rokok Kretek Jadi Andalan Industri Tembakau dari Gempuran Pajak dan Cukai

"Rute baru ini memperkenalkan kawasan Pecinan Wetan, termasuk tokoh-tokoh Tionghoa yang berperan dalam dunia perdagangan. Ada juga sejarah perusahaan besar seperti Djarum dan Nojorono serta perkembangan aktivitas niaga masyarakat Tionghoa di Kudus," ujarnya.

Rute dimulai dari Tugu Identitas Kudus, kemudian menuju kawasan Nojorono di Perempatan Bitingan dengan cerita mengenai NV Moeria dan NV Trio.

Perjalanan dilanjutkan ke Jenang Muntjul, Brak Djarum Bitingan Lama, serta PR Sidodadi yang berkaitan dengan tokoh Djohar Manik.

Peserta juga diajak menikmati kuliner khas seperti bolang-baling dan cakue sebelum melanjutkan perjalanan ke Griya Rahardja, Ruko Hans, RS Miriam, bekas Melkerij Ong In Biauw yang kini menjadi Polytron, pabrik Kecap Njah Biek, Djarum Pusat, hingga berakhir di Klenteng Hok Hien Bio.

Dayat mengatakan, kegiatan walking tour rutin digelar setiap dua pekan sekali dengan total 12 rute reguler.

Selain itu, penyelenggara juga menghadirkan tur tematik yang disesuaikan dengan momentum tertentu, seperti sejarah Kartini dan peran perempuan.

Menurutnya, konsep berjalan kaki sambil mendengarkan kisah sejarah dipilih agar masyarakat, khususnya generasi muda, lebih mudah memahami dan menikmati sejarah lokal.

"Kami ingin mengenalkan sejarah kota dengan cara yang lebih rekreatif dan edukatif. Kudus memiliki banyak cerita sejarah, mulai dari budaya Islam, wali, industri rokok, jalur kereta api, hingga kawasan Pecinan," katanya.

Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan tersebut terus meningkat.

Jika biasanya peserta berjumlah sekitar 25 orang, pada tur kali ini tercatat sebanyak 31 peserta mengikuti perjalanan sejarah menyusuri jejak Pecinan Wetan Kudus. (dik/him)



Editor : Abdul Rochim
#Pecinan Wetan Kudus #walking tour Kudus #sejarah Kudus #wisata sejarah Kudus #Rohmat Hidayatullah