Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

WARUNG KULINER IKAN BURUNG BU MUN DI KALIREJO KUDUS Bertahan hingga Tiga Generasi

Abdul Rochim • Sabtu, 6 Juni 2026 | 15:31 WIB
NIKMAT: Penampakan menu ikan burung peruk yang disajikan bersama nasi hangat, sambal trasi, dan timun sebagai lalapan. (ANDIKA TRISNA/RADAR PATI)
NIKMAT: Penampakan menu ikan burung peruk yang disajikan bersama nasi hangat, sambal trasi, dan timun sebagai lalapan. (ANDIKA TRISNA/RADAR PATI)
 
KUDUS – Di tengah maraknya kuliner modern yang terus bermunculan, sebuah warung sederhana di Desa Kalirejo, Kecamatan Undaan, tetap mempertahankan sajian tradisional yang terbilang langka.

Warung Ikan Burung Bu Mun milik Sri Hartanti masih konsisten menyuguhkan aneka olahan burung yang telah diwariskan secara turun-temurun sejak era 1950-an.

Kuliner berbahan dasar burung tersebut menjadi daya tarik tersendiri karena sulit ditemukan di daerah lain.

Baca Juga: Cara Memasak Kuliner Sego Pindang Khas Kudus

Berbagai jenis burung yang diolah antara lain burung peruk, malon, pelung, goak atau kuntul, hingga belibis yang memiliki ukuran paling besar.

Sri Hartanti menuturkan, usaha kuliner tersebut merupakan warisan keluarga yang kini telah memasuki generasi ketiga.

Sejak dirintis oleh kakek dan neneknya sekitar tahun 1950-an, warung tersebut tetap beroperasi di lokasi yang sama di Desa Kalirejo.

“Usaha ini sudah berjalan sejak zaman mbah saya. Sekarang diteruskan generasi ketiga dan sampai hari ini masih bertahan di tempat yang sama,” ujarnya.

Menurut Sri, keistimewaan menu burung terletak pada tekstur daging yang empuk dengan cita rasa gurih khas.

Seluruh menu diolah menggunakan rempah-rempah pilihan dan disajikan bersama sambal terasi yang menjadi ciri khas warung tersebut.

Ia menilai daging burung memiliki karakter rasa yang berbeda dibandingkan daging ayam.

Selain lebih gurih, bumbu yang meresap hingga ke dalam daging membuat hidangan semakin nikmat disantap bersama nasi hangat.

“Kalau dibandingkan ayam, daging burung punya rasa gurih yang khas. Paling cocok dimakan dengan sambal terasi dan nasi hangat,” katanya.

Meski menawarkan beragam jenis burung, Sri menyebut perbedaan utama terletak pada ukuran dan porsi daging.

Burung peruk menjadi menu dengan ukuran paling kecil, sedangkan belibis memiliki ukuran paling besar dan dapat disantap hingga empat orang.

Harga menu yang ditawarkan cukup beragam.

Satu porsi burung peruk dijual Rp 27 ribu, burung goak Rp 45 ribu, sementara satu ekor belibis dibanderol Rp 80 ribu.

Untuk menjaga ketersediaan bahan baku, warung ini bekerja sama dengan pemasok lokal di Kudus.

Seluruh proses pengolahan dilakukan secara mandiri, mulai dari pembersihan bahan, pemberian bumbu, hingga proses penggorengan.

“Bahan bakunya tersedia dari pemasok lokal. Semua proses pengolahan kami kerjakan sendiri hingga siap disajikan kepada pelanggan,” tuturnya.

Keunikan menu yang ditawarkan membuat pelanggan datang tidak hanya dari Kudus, tetapi juga dari berbagai daerah seperti Pati, Demak, dan Semarang.

Warung ini juga kerap menerima pesanan untuk kegiatan sekolah, acara desa, instansi pemerintah, hingga hajatan masyarakat.

Pada hari ramai, penjualan dapat mencapai sekitar 50 porsi per hari. Sedangkan pada hari biasa berkisar 20 porsi.

Selain menu olahan burung, warung ini juga menyediakan berbagai hidangan lain seperti ikan nila, lele goreng, aneka sop, dan lauk pendamping lainnya.

Popularitas Warung Ikan Burung Bu Mun juga menarik perhatian sejumlah tokoh daerah.

Beberapa pejabat, termasuk Bupati Kudus, anggota DPRD, kepala dinas, hingga tokoh masyarakat tercatat pernah mencicipi kuliner khas tersebut.

Warung ini buka setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 15.30 WIB.

Keberadaannya menjadi bukti bahwa kuliner tradisional dengan cita rasa khas masih mampu bertahan dan diminati di tengah gempuran tren makanan modern. (dik/him)



Editor : Abdul Rochim
#Warung Ikan Burung Bu Mun #Desa Kalirejo Undaan #olahan burung #wisata kuliner tradisional #kuliner kudus