KUDUS – Persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026 mulai dimatangkan KONI Kudus.
Organisasi tersebut telah menghitung kebutuhan operasional atlet selama masa latihan dan saat berlaga, yang nilainya diperkirakan mencapai Rp 10 miliar.
Ketua KONI Kudus, Sulistiyanto, mengatakan bahwa angka tersebut telah diajukan ke pemerintah daerah sebagai bagian dari rencana pembiayaan Porprov.
Ia berharap usulan tersebut dapat disetujui penuh karena bersifat mendesak untuk mendukung performa atlet.
“Hitungan kami berada di kisaran Rp 10 miliar. Harapannya tidak jauh dari angka yang kami ajukan,” ujarnya.
Sulis menjelaskan bahwa dana tersebut hanya mencakup kebutuhan operasional, belum termasuk bonus atlet peraih medali.
Pengajuan khusus untuk bonus akan dilakukan terpisah melalui APBD Perubahan 2026 atau APBD 2027, menyesuaikan siklus anggaran.
Selain itu, mulai 2026 KONI Kudus juga berencana memberikan insentif tambahan bagi atlet yang berhasil lolos dari babak pra Porprov menuju Porprov utama.
Langkah ini diambil untuk menjaga motivasi dan kesiapan para atlet.
Jumlah atlet Kudus yang melaju ke Porprov 2026 pun terbilang besar.
Dari sekitar 470 atlet yang turun di pra Porprov, 415 atlet berhasil lolos—melampaui ekspektasi awal KONI.
Sulis mengakui bahwa hasil tersebut menjadi kejutan positif yang membanggakan.
“Target awal kami hanya sekitar separuhnya, tapi hasilnya justru jauh lebih baik,” katanya.
Melihat kekuatan atlet yang berhasil menembus Porprov, KONI Kudus berani menargetkan 43 medali emas.
Mereka juga menargetkan dapat kembali menembus tiga besar, setelah gagal mempertahankan posisi tersebut pada Porprov 2023.
Editor : Abdul Rochim