Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Transportasi Angkutan Kota di Kudus Kian Sepi Penumpang, Begini Alasan yang Dikatakan Dishub Kudus

Sekarwati • Jumat, 16 Agustus 2024 | 03:27 WIB

 

LESU: Sopir angkot tampak menunggu penumpang beberapa waktu lalu. (SEKARWATI / RADAR KUDUS)
LESU: Sopir angkot tampak menunggu penumpang beberapa waktu lalu. (SEKARWATI / RADAR KUDUS)

KUDUS, RADARPATI.ID – Dinas Perhubungan (Dishub) Kudus menyebut salah satu faktor penurunan minat penumpang angkot, dipengaruhi sistem zonasi sekolah.

Situasi tersebut, membuat penghasilan sopir angkot menjadi lesu dan lambat laun membuat beberapa trayek di Kabupaten Kudus berkurang.

Kepala Seksi Angkutan Jalan Dishub Kudus Mukhlisin mengatakan, selain pedagang dan buruh rokok, pelajar merupakan salah satu penumpang terbanyak yang menggunakan angkutan umum.

Tapi, seiring dengan penetapan zonasi sekolah oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek), menyebabkan penurunan penumpang secara drastis.

”Meski sebelum zonasi, penumpang angkot sudah menurun. Namun setelah ditetapkan zonasi semakin memperparah keadaan itu,” katanya kemarin.

Ia menerangkan, sebelum diterapkan sistem zonasi pelajar yang tinggal jauh sekolah memanfaatkan angkot desa untuk pergi ke sekolah.

Bahkan beberapa pelajar memiliki langganan angkot sendiri yang sesuai dengan jalur berangkat dan pulang sekolah.

Tapi, setelah diterapkan sistem zonasi itu, pelajar lebih dekat pergi ke sekolah. Sehingga tidak membutuhkan alat transportasi umum lagi.

”Kalau dulu itu pasti rombongan banyak. Sekarang sekolah sudah dekat jadi tidak ada yang naik angkot,” ujarnya.

Meski demikian, lanjut Mukhlisin penurunan penumpang angkot juga dipengaruhi oleh trend masyarakat.

Seperti penggunaan sepeda listrik yang saat ini diminati oleh kalangan pelajar.

Pergeseran transportasi, membuat angkot dipandang tidak menarik lagi oleh kalangan anak muda.

”Sekarang kita bisa melihat anak sekolah SD saja sudah menggunakan sepeda listrik. Jadi ini juga mempengaruhi,”  imbuhnya. (wat/him)

Editor : Abdul Rochim
#sistem zonasi sekolah #sepeda listrik #penumpang #siswa sd #kudus #pelajar #angkutan kota #transportasi umum #dishub kudus