KUDUS, RADARPATI.ID — SMP NU Al Maruf Kudus menggelar kegiatan Stop Bullying di Gedung DPRD Kudus.
Tujuan kegiatan tersebut, memberikan pengarahan dan nasehat pada siswa.
Agar bullying di sekolah tidak terjadi, sehingga sekolah menjadi tempat yg aman, nyaman dan menyenangkan tanpa perundungan.
Kepala SMP NU Al Maruf Kudus Miftah mengatakan, dampak bullying bagi anak banyak sekali, dari gangguan psikis (kecemasan, tidak percaya diri, was was dan lainnya) sampai dengan gangguan sakit fisik (sakit kepala, magh akut, dan lainnya).
”Kami akan terus membuat kegiatan anti bullying, dengan maksud memberikan pemahaman siswa terkait upaya pencegahan perundungan dab menanamkan nilai-nilai kepada siswa untuk dapat berperan dalam upaya pencegahan bullying,” ungkapnya.
Pihaknya menghadirkan narasumber dosen Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus Hj. Farida.
Siswa diberi materi bentu-bentuk bullying, diantaranya kontak fisik, kontak verbal langsung, perilaku non-verbal langsung, perilaku non-verbal tidak langsung cyber bullying dan pelecehan seksual.
Miftah menerengkan, lingkungan sekolah merupakan rumah kedua, untuk belajar siswa dengan nyaman.
Kemudian, bentuk karakter siswa, juga orang tua sangat turut berperan dengan memberikan contoh perilaku baik dari orangtua di dalam keluarga.
Baca Juga: Bangga! Dua Tahun Berturut-turut Kabupaten Blora Raih Adipura
”Mari bergandengan tangan mencegah bullying, PelajarPancasila menjadi agen anti perundungan,” jelasnya.
Menurutnya, agen perubahan pencegahan perundungan dan tindak kekerasan di sekolah tidak hanya untuk siswa, tapi juga guru dan semua yang ada dilingkungan sekolah.
Harapannya, sekolah yang aman, nyaman dan bebas dari perundungan.
Kemudian, menjadi teladan dan memberikan pengaruh positif untuk teman sebayanya. Miftah menambahkan, menyuarakan dengan lantang untuk tidak ada lagi perundungan di sekolah. (san/him/ade)
Editor : Alfian Dani