RADAR PATI - SETIAP manusia tidak pernah luput dari kesalahan dan dosa.
Namun, sebagai hamba Allah SWT, umat Islam diperintahkan untuk terus berusaha menjaga diri agar tidak terjerumus ke dalam dosa besar yang dapat merusak kehidupan dunia maupun akhirat.
Salah satu cara terbaik adalah membentengi diri dengan doa, memperbaiki ibadah, serta menjauhi segala hal yang menjadi penyebab kemaksiatan.
Memohon perlindungan kepada Allah SWT menjadi langkah utama yang harus dilakukan.
Baca Juga: Doa dan Amalan untuk Anak Perempuan: Menjadi Salihah dan Pintar dalam Naungan Agama Islam
Sebab manusia pada hakikatnya lemah dan tidak mampu menghindari dosa tanpa pertolongan-Nya.
Karena itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak doa dan dzikir agar selalu berada dalam penjagaan Allah.
Salah satu amalan yang sangat dianjurkan adalah membaca istighfar, terutama Sayyidul Istighfar setiap pagi dan petang.
Pertama, dengan memperbanyak istighfar, seorang muslim senantiasa memohon ampunan sekaligus perlindungan dari berbagai godaan yang dapat menjerumuskannya ke dalam dosa.
Kedua, Rasulullah SAW juga mengajarkan doa perlindungan anggota tubuh agar terhindar dari perbuatan maksiat. Doa tersebut berbunyi:
“Allahumma innii a’udzu bika min syarri sam’ii, wa min syarri basharii, wa min syarri lisaanii, wa min syarri qalbii, wa min syarri maniyyii.”
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan pendengaranku, penglihatanku, lisanku, hatiku, dan kemaluanku.”
Doa ini menjadi pengingat bahwa dosa sering kali berawal dari anggota tubuh yang tidak dijaga dengan baik, seperti pandangan mata, ucapan lisan, maupun hati yang dipenuhi hawa nafsu.
Ketiga, sebagai benteng tambahan, umat Islam juga dianjurkan rutin membaca Surah Al-Falaq dan An-Nas atau Al-Mu’awwidzatain setiap pagi, petang, dan sebelum tidur.
Kedua surah tersebut merupakan perlindungan dari gangguan setan serta berbagai kejahatan yang dapat menyesatkan manusia.
Baca Juga: Amalkan Ini, Doa untuk Anak yang Hiperaktif dan Cenderung Bandel
Keempat, selain memperbanyak doa dan dzikir, menjaga kualitas ibadah juga sangat penting.
Salat yang dilakukan dengan khusyuk dan tepat waktu dapat menjadi penghalang dari perbuatan keji dan mungkar.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-‘Ankabut ayat 45 bahwa salat dapat mencegah seseorang dari perbuatan buruk.
Ketika menghadapi cobaan hidup atau dorongan hawa nafsu, umat Islam juga dianjurkan menjadikan sabar dan salat sebagai penolong.
Dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT, hati akan menjadi lebih tenang dan kuat menghadapi godaan.
Kelima, tidak hanya dari sisi ibadah, ikhtiar duniawi juga perlu dilakukan.
Salah satunya dengan menjauhi lingkungan yang buruk dan memilih bergaul dengan orang-orang saleh yang dapat membawa pengaruh positif.
Lingkungan memiliki pengaruh besar terhadap perilaku seseorang.
Keenam, penting pula menghindari berbagai pemicu dosa, seperti membatasi akses terhadap konten negatif di internet dan menjaga pandangan dari hal-hal yang diharamkan.
Upaya kecil seperti ini dapat menjadi langkah besar dalam menjaga hati dan perilaku sehari-hari.
Pada akhirnya, semua usaha tersebut harus disertai kesadaran bahwa manusia tetap memiliki kelemahan dan bisa melakukan kesalahan. Namun rahmat Allah SWT jauh lebih luas daripada dosa manusia.
Karena itu, jangan pernah putus asa untuk terus bertobat, memperbaiki diri, dan memohon perlindungan kepada-Nya setiap waktu. (*/him)