Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Masjid Baitul Aziz di Kudus yang Berdiri 863 Hijriyah Lebih Tua dari Menara Kudus, Simak juga Kisah-kisah yang Menyelimutinya

Galih Erlambang Wiradinata • Jumat, 14 Maret 2025 | 02:41 WIB

 

BERKHASIAT: Sumur Panguripan yang berada di Masjid Baitul Aziz. (GALIH ERLAMBANG W/ RADAR PATI)
BERKHASIAT: Sumur Panguripan yang berada di Masjid Baitul Aziz. (GALIH ERLAMBANG W/ RADAR PATI)

 

RADARPATI.ID - MASJID Baitul Aziz di Desa Hadiwarno, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus punya cerita bersejarah dan terbilang klenik.

Masjid konon pendiriannya sebelum Masjid Al Aqsa Menara Kudus.

Masjid ini memiliki ornamen bersejarah yang masih ada dan terawat keberadaannya.

Ornamen masjid tersebut adalah pintu masuk ke dalam yang berbentuk gapura dari batu bata.

Di atas pintu tersebut dijumpai pintu dari kayu diukir dengan motif simpel.

Menurut keterangan pengurus masjid setempat, ukiran tersebut bergambar Trisula Naga serta perpaduan ukiran khas hindu.

Sementara di bagian dalam masjid, peninggalan yang masih dijaga adalah mimbar khutbah.

Warisan yang masih berupa tempat pengimiman dan tembok kanan dan kiri.

Menurut Marbot Masjid Baitul Aziz, Saelan mengaku, masjid tersebut sudah terdaftar sebagai Benda Cagar Budaya (BCB).

Sementara tahun berdirinya masjid ini ditaksir sekitar 863 Hijriyah.

Saelan menyebut, masjid tersebut didirikan seorang wali dan banyak versi yang disebutkan.

Masjid tersebut konon ada yang menyebut didirikan Sunan Muria. Versi lain masjid didirikan wali yang menyebarkan agama Islam di tanah Jawa.

”Masjid ini didirikan sekitar 863 Hijriyah, ini lebih dulu dari Masjid Menara Kudus yang didirikan pada 956 Hijriyah,” ungkapnya.

Saelan menyebut, sekarang ini masjid ini sudah mengalami banyak perubahan. Di bagian depan sudah dibangun ornamen lengkungan.

Meski begitu, pihaknya tidak mempugar beberapa bangunan yang asli.

Pada berdirinya masjid, bangunan yang asli berupa tembok bata kanan dan kiri, beserta tiga peninggalan yang terjaga sampai sekarang.

Di sisi lain, keberadaan Masjid Baitul Aziz ini memiliki cerita mistis.

Konon ketika ada orang yang nekat melintas di bawah pintu gapura masjid itu, akan kerasukan jin.

”Dulu pernah kecil melihat langsung (kerasukan). Pintunya dari awal dibuka, sekarang ditutup. Kalau dibuka setiap hari Jumat, dan sekarang sudah tidak ada insiden tersebut,” katanya.

Selain meninggalkan bangunan beribadah, beberapa sejarah tempo dulu masih ada di sana.

Salah satunya adalah air sumur yang terletak di utara masjid. 

BERKHASIAT: Sumur Panguripan yang berada di Masjid Baitul Aziz. (GALIH ERLAMBANG W/ RADAR PATI)
BERKHASIAT: Sumur Panguripan yang berada di Masjid Baitul Aziz. (GALIH ERLAMBANG W/ RADAR PATI)

Tedapat Sumur Sedalam 3 Meter, Tak Pernah Kering

SELAIN peninggalan bangunan di Masjid Baitul Aziz juga terdapat sumur “sakti”. Sumber mata air dari sumur tersebut diyakini mampu menyembuhkan orang sakit.

Sumur tersebut berada di sebelah utara masjid. Sumber mata air ini sampai dengan saat ini masih terjaga. Airnya masih mengalir dan masih dirasakan oleh masyarakat sekitar.

Saelan menyatakan, air tersebut disebut warga sekitar sebagai banyu panguripan atau air penghidupan.

Julukan ini berawal dari kejadian kemarau panjang sekitar tahun 1970-an.

Sumur warga sekitar mengalami kekeringan dan tak bisa dimanfaatkan.

”Waktu itu sumur di masjid tidak kering sama sekali. Warga banyak yang mengambil mata air tersebut untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” katanya.

Padahal kedalaman sumur di Masjid Baitul Aziz tidak terlampau dalam.

Kedalaman sumur hanya tiga meter saja dan sudah terlihat mata air.

Selain untuk suplai kebutuhan warga sekitar, sumur ini juga memiliki manfaat lain. Air dari sumur dipercaya warga mampu sebgai obat sakit.

”Air di dalam sumur ini juga dipercaya bisa menyembuhkan penyakit. Banyak yang ke sini dan mengambil dengan cuma-cuma,” katanya.

Saelan menambahkan, setelah warga sembuh melaksanakan syukuran di masjid.

Biasanya warga memakan ingkung secara bersama-sama. (gal/him)

 

 

Editor : Abdul Rochim
#hindu #kudus #gapura #masjid #sumur #mistis #menara kudus