JEPARA — Persoalan dugaan minyak goreng bantuan pangan (Banpang), yang diduga terkontaminasi solar di Jepara belum rampung.
Di tengah proses penarikan produk, muncul laporan terdapat satu warga mengalami diare. Diduga usai mengonsumsi makanan yang diolah menggunakan produk MinyaKita.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jepara Hadi Sarwoko mengatakan, hingga kini laporan kasus yang diterima masih sangat terbatas.
Berdasarkan penelusuran di Kecamatan Pakis Aji, pihaknya belum menemukan adanya laporan warga yang mengalami diare akibat mengonsumsi makanan yang diolah menggunakan minyak goreng tersebut.
Baca Juga: NGERI Minyakita Tercampur Solar! Bulog Terpaksa Harus Tarik 8.484 Liter MinyaKita di Jepara
"Untuk Pakis Aji aman," ujarnya, pada Kamis (2/7).
Hadi menjelaskan, laporan yang diterima Dinkes berasal dari Desa Beringin, Kecamatan Batealit.
Diketahui ada satu warga yang mengalami diare. Namun, hal ini pun perlu penelusuran lebih lanjut.
Apakah olahan masakan yang dibuat dengan produk MinyaKita tersebut merupakan faktor tunggal. Hal ini masih menjadi tanda tanya.
"Tadi baru satu orang. Terus dihentikan tidak pakai MinyaKita lagi. Untuk menggoreng satu kali langsung kelihatan hitam," sebutnya.
Dinkes juga telah berkoordinasi dengan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Jepara, untuk pengujian sampel minyak goreng.
Namun, Hadi menyebut, Labkesda Jepara tidak dapat melakukan pemeriksaan terhadap dugaan kontaminasi tersebut.
"Labkesda Jepara tidak bisa," singkatnya.
Sementara itu, Direktur RSUD Kartini Jepara dr. Tri menyampaikan, hingga saat ini rumah sakit belum menerima pasien yang didiagnosis mengalami diare. Utamanya akibat mengonsumsi minyak goreng yang diduga terkontaminasi solar.
"Belum ada pasien dengan kasus diare karena minyak goreng terkontaminasi," sambungnya.
Di sisi lain, Pemerintah Desa Beringin masih menunggu petunjuk teknis, terkait mekanisme pengembalian minyak goreng yang diduga bermasalah.
Masyarakat pun masih bingung, mengenai apakah yang dikembalikan cukup kemasan bekas atau produk yang masih utuh.
Sebelumnya, Perum Bulog telah menarik ratusan dus MinyaKita yang dilaporkan berbau solar.
Hingga Rabu (1/7), Bulog mengaku menerima pengembalian sebanyak 379 dus dan 8 liter dari Desa Suwawal Timur, 299 dus dan 4 liter dari Desa Plajan, Kecamatan Pakis Aji, serta 28 dus dari Desa Slagi.
Seluruh minyak tersebut akan dikumpulkan, untuk kemudian dikembalikan dan diganti.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, setiap dus berisi enam pouch atau setara 12 liter minyak goreng.
Dengan demikian, total produk yang ditarik mencapai 707 dus dan 12 liter, atau sekitar 8.496 liter minyak goreng.
Produk yang ditarik merupakan MinyaKita produksi PT Kusuma Mukti Remaja (KMR), Karanganyar, Jawa Tengah. (fik)
Editor : Abdul Rochim