Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

NGERI Minyakita Tercampur Solar! Bulog Terpaksa Harus Tarik 8.484 Liter MinyaKita di Jepara

Abdul Rochim • Rabu, 1 Juli 2026 | 19:17 WIB


GERAK CEPAT: Proses penarikan minyak bantuan pangan di sejumlah desa, seperti Desa Suwawal, Slagi, dan Plajan, Jepara. (BULOG UNTUK RADAR PATI)

GERAK CEPAT: Proses penarikan minyak bantuan pangan di sejumlah desa, seperti Desa Suwawal, Slagi, dan Plajan, Jepara. (BULOG UNTUK RADAR PATI)

JEPARA – Perum Bulog bergerak cepat menyikapi temuan minyak goreng bantuan pangan merek MinyaKita yang diduga berbau solar di Kabupaten Jepara.

Sebanyak 8.484 liter minyak goreng dari sejumlah desa ditarik untuk dikembalikan kepada produsen dan diganti dengan produk baru.

Kepala Gudang Bulog Rengging 207 Pecangaan, Jepara, Hermawan Adiputranto mengatakan, minyak goreng yang ditarik merupakan produk MinyaKita produksi PT Kusuma Mukti Remaja (KMR), Karanganyar, Jawa Tengah.

Menurutnya, hingga saat ini Bulog belum menerima penjelasan resmi mengenai penyebab dugaan kontaminasi tersebut.

Baca Juga: Atlet Disabilitas di Jepara Hamil Tujuh Bulan, Terduga Pelaku Kakak Ipar Korban

Namun, berdasarkan laporan di lapangan, aroma minyak memang berbeda saat kemasan dibuka.

“Secara resmi memang belum ada informasi mengenai penyebabnya. Namun, ketika kemasan dibuka, aromanya berbeda,” ujarnya.

Laporan pertama berasal dari Desa Suwawal Timur, Kecamatan Pakis Aji.

Dari desa tersebut, Bulog menerima pengembalian sebanyak 379 kardus ditambah delapan liter minyak goreng.

Selanjutnya, dari Desa Plajan, Kecamatan Pakis Aji, terkumpul 299 kardus dan empat liter minyak goreng. Sementara dari Desa Slagi tercatat sebanyak 28 kardus.

Seluruh minyak goreng yang dilaporkan bermasalah tersebut dikumpulkan untuk kemudian dikembalikan kepada produsen.

Hermawan menjelaskan, setiap kardus berisi enam pouch atau setara 12 liter minyak goreng. Dengan total 707 kardus dan tambahan 12 liter, jumlah minyak yang ditarik mencapai 8.484 liter.

Ia mengungkapkan, sebagian minyak goreng memang telah diterima masyarakat sebagai bantuan pangan.

Namun setelah adanya laporan dugaan kontaminasi, Bulog langsung melakukan penarikan dan memfasilitasi proses pengembalian melalui pemerintah desa.

Dalam program bantuan pangan tersebut, setiap keluarga penerima manfaat memperoleh 20 kilogram beras dan empat liter minyak goreng sebagai alokasi bantuan selama dua bulan.

Bulog menargetkan proses penarikan segera rampung agar penggantian dari produsen dapat dilakukan secepatnya.

Setelah seluruh data dari desa terkumpul, laporan akan direkap dan disampaikan kepada PT Kusuma Mukti Remaja.

Hermawan memastikan seluruh minyak goreng yang ditarik akan diganti oleh produsen.

Bulog hanya bertugas memfasilitasi penarikan dan penyaluran kembali agar masyarakat tetap menerima bantuan pangan yang layak.

“Kalau ada masyarakat yang ingin mengembalikan, langsung diproses. Silakan melapor melalui perangkat desa, nanti kami tindaklanjuti,” tandasnya. (fik)



 
 
Editor : Abdul Rochim
#MinyaKita Jepara #Bulog Jepara #minyak goreng bau solar #bantuan pangan Jepara #PT Kusuma Mukti Remaja