Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Warga Pulau Karimunjawa Sampai-Sampai Kekurangan Oli Bekas, Memang Buat Apaan Sih?

Abdul Rochim • Selasa, 9 Desember 2025 | 01:34 WIB

 

Olah petasol di Pulau Karimunjawa.
Olah petasol di Pulau Karimunjawa.

JEPARA – Upaya pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar alternatif petasol di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Karimunjawa terkendala keterbatasan suplai oli bekas.

Teknologi pirolisis yang digunakan untuk mengubah plastik menjadi bahan bakar setara solar itu, memang membutuhkan hal tersebut.

Salah satu pekerja di TPA Karimunjawa Indra menjelaskan, rata-rata sampah yang masuk ke lokasi mencapai 2,5 ton per hari.

Pengangkutan dilakukan dengan dua armada. Satu truk dan satu kendaraan tosa. Dari jumlah itu, sebagian berupa sampah plastik yang telah terpilah diolah menjadi bahan bakar alternatif.

Teknologi ini, bekerja dengan memanaskan plastik tanpa oksigen hingga menghasilkan bio-oil. Kemudian disuling menjadi bahan bakar layak pakai untuk mesin diesel.

Hal ini menjadi solusi penanganan sampah plastik. Pengolahan melalui mesin pirolisis juga berfungsi ganda menyediakan energi terbarukan.

Teknologi ini telah teruji dan dimanfaatkan di sejumlah daerah. Termasuk di Karimunjawa.

”Kalau di sini (Karimunjawa, Red) kurang bahan pendukung berupa oli bekas yang menjadi medium proses pemasakan plastik," sebutnya.

Indra menyatakan, untuk memproses 30 hingga 50 kilogram plastik, diperlukan sekitar 20-an liter oli bekas.

Dari proses tersebut, hasil bahan bakar yang diperoleh hanya sekitar 9 liter. Kondisi itu, membuat kegiatan produksi petasol belum dapat optimal.

Menurutnya, selama ini sumber oli bekas masih sangat minim, sehingga mesin pirolisis belum dapat dioperasikan secara rutin.

Padahal, kapasitas sampah plastik yang masuk cukup memungkinkan untuk dilakukan pengolahan lebih intensif dan berkelanjutan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jepara Rini Patmini membenarkan, proses produksi petasol di Karimunjawa masih dalam tahap adaptasi.

Rini menambahkan, selain keterbatasan plastik yang dapat diolah secara terpisah, pasokan bahan bakar seperti oli bekas memang menjadi persoalan yang harus segera dibenahi.

DLH berencana mendorong penampungan oli bekas dari berbagai sumber, sebagai langkah awal pemenuhan kebutuhan pengoperasian alat.

Ia mencontohkan beberapa daerah, seperti di Banjarnegara yang menggunakan kayu sebagai bahan pemanas dalam proses pirolisis. Namun, opsi tersebut masih perlu dikaji lebih lanjut, mengingat kondisi di Karimunjawa berbeda dan membutuhkan penyesuaian.

DLH akan berkoordinasi dengan pihak TPA Karimunjawa terkait kebutuhan oli serta intervensi terhadap peningkatan kualitas pengelolaan sampah yang masuk.

Pihaknya juga ingin, sebagai kawasan wisata unggulan, pengelolaan sampah di Karimunjawa dapat dilakukan lebih maksimal mulai dari tingkat rumah tangga.

”Pemilahan sampah amat penting, agar proses pengolahan menjadi lebih efektif. Baik untuk sampah organik melalui kompos maupun anorganik yang memiliki nilai ekonomis," katanya. (fik/lin)

Editor : Abdul Rochim
#pengolahan sampah plastik #jepara #oli bekas #pulau karimunjawa #bahan bakar alternatif #Petasol