Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Festival To`dok Telok Ramaikan Peringatan Maulid Nabi di Karimunjawa Begini Sejarahnya

Moh. Nur Syahri Muharrom • Selasa, 17 September 2024 | 05:04 WIB
KHUSUK: Masyarakat Desa Kemujan, Kecamatan Karimunjawa memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dengan menggelar Festival To`dok Telok kemarin. PANITIA TO`DOK TELOK KEMUJAN UNTUK RADARPATI.ID
KHUSUK: Masyarakat Desa Kemujan, Kecamatan Karimunjawa memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dengan menggelar Festival To`dok Telok kemarin. PANITIA TO`DOK TELOK KEMUJAN UNTUK RADARPATI.ID

KARIMUNJAWA, RADARPATI.ID – Masyarakat Desa Kemujan, Kecamatan Karimunjawa menggelar Festival To`dok Telok kemarin (16/9).

Itu merupakan sebuah acara peringatan yang rutin dilaksanakan masyarakat Kemujan dalam menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW.

Rangkaian acaranya mulai dari pembacaan barzanji hingga arak-arakan gunungan to`dok telok keliling Desa Kemujan.

Sofii, Seksi Acara Festival To`dok Telok 2024 menjelaskan, to`dok adalah tusuk yang terbuat dari bambu.

To`dok ini digunakan untuk menusuk telok atau telur.

Masing-masing telur yang ditusuk oleh bambu itu dihias dengan beragam hiasan dan asesoris estetik.

”Filosofinya adalah telur itu gambaran dari kehidupan dunia. Dia lezat, enak. Tapi tusuknya adalah risalah yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW. Yaitu Agama Islam. Kenapa ditusukkan? Supaya selamat, dapat dunianya juga dapat akhiratnya maka dunia ini yang lezat ini yang kadang melenakan ini harus ditusuk tepat di ulu hatinya. Mengena sampai sanubarinya, perlu dimasuki ajaran Rasulullah. Sehingga selamat di dunia dan akhirat,” papar Sofii.

Tradisi to`dok telok ini dari keterangan Sofii sebenarnya merupakan tradisi yang dibawa masyarakat dari Sulawesi.

Itu lantaran dari 4 dukuh yang ada di Kemujan, 2 dukuh di antaranya yaitu Dukuh Batulawang dan Dukuh Telaga penduduknya mayoritas masyarakat diaspora Sulawesi. Mereka terdiri dari Suku Bugis, Mandar, hingga Bone.

”Ada juga Diaspora dariMadura. Itu mendiami Dukuh Batulawang dan Telaga. Di sana, mereka saling berbaur. Tradisi to`dok telok ini dibawa dari Sulawesi. Karena kemudian dibawa ke Kemujan, kemudian tradisi ini tidak hanya jadi milik diaspora Sulawesi atau Madura. Tetapi menjalar menjadi milik semua masyarakat di Kemujan,” imbuh Sofii.

Dalam Festival To`dok Telok tahun ini, masing-masing masyarakat Desa Kemujan diminta untuk menyiapkan sebuah to`dok telok.

Untuk selanjutnya dibawa ke masjid.

Dalam sehari kemarin, lebih dari 10 ribu butir telur terkumpul.

Itu dikumpulkan di masjid yang ada di Dukuh Batulawang dan Dukuh Telaga.

Ribuan butir telur itu disusun menjadi beberapa gunungan dan diarak keliling kampung dan berakhir di Lapangan Dukuh Batulawang.

Di sana, masyarakat Dukuh Batulawang telah menanti datangnya to`dok telok dengan menyiapkan ka`dok.

Itu adalah makanan yang berasal dari ketan dengan bumbunya berupa beragam jenis rempah yang dilengkapi dengan lauk ayam.

”Ini makanan yang tidak sembarang waktu boleh membuatnya. Hanya waktu-waktu spesial. Dan salah satunya untuk merayakan maulid Nabi,” jelas Sofii.

Menurutnya, makanan tersebut dibuat sebagai lambang luapan syukur atas kelahiran Rasulullah SAW.

Rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Kemujan, Kecamatan Karimunjawa ditutup tadi malam dengan pertunjukan ketoprak santri. (rom)

Editor : Abdul Rochim
#jepara #Peringatan Maulid #Nabi Muhamad SAW #maulid nabi #karimun jawa #festival