JEPARA, RADARPATI.ID – Pemerintah melalui Bidang Ketenagakerjaan DinkopUKMnakertrans Jepara berencana mengurangi angka pengangguran melalui edukasi dan sosialisasi di tingkat sekolah menengah pertama (SMP).
Dengan mengarahkan para pelajar kepada pendidikan vokasi (SMK), pelajar yang ingin langsung memasuki dunia kerja diminta mempersiapkan mental lebih dini.
Persiapan mental dinilai menjadi salah satu cara untuk mengurangi tingkat pengangguran terbuka. Apalagi saat ini, halangan generasi muda di dunia kerja adalah mental yang belum siap.
Kepala DinkopUKMnakertrans Samiaji melalui Bidang Ketenagakerjaan Eko Sulistiyono mengatakan, pendidikan dan edukasi kepada pelajar di sekolah lebih efektif mengurangi tingkat pengangguran daripada mengadakan job fair secara berkala.
Harapannya, lewat edukasi anak-anak bisa lebih terarah soal masa depan.
“Kalau bisa nanti kami mulai pengenalan soal dunia kerja dari SMP. Saat kelas tiga, mereka kan juga menentukan ingin ke SMK atau SMA. Karena mentalitas ini menjadi kunci survivalnya dunia kerja. Mereka yang memang sudah siap pasti bisa bertahan,” jelas Eko.
Ia mengungkapkan, dalam setahun muncul ribuan pengangguran baru. Pengangguran ini diantaranya freshgraduate (siswa baru lulus), orang yang baru resign dari pekerjaan, dan sahabat difabilitas.
“Ada 49 SMK di Jepara, satu sekolahnya bisa meluluskan 100 siswa jadi freshgraduate. Ada juga yang lebih. Kalau kita kalikan itu sudah 5000an. Itu baru yang dari SMK saja, belum termasuk SMA. Karena tidak semua lulusan SMA langsung melanjutkan diri ke perguruan tinggi,” jelas Eko.
Diketahui, saat ini Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Jepara terus menurun dari tahun ke tahun.
Saat ini yang tersisa hanya sekitar 3 persen. Meski begitu, ia menilai permasalahan ketenagakerjaan juga memerlukan kolaborasi dari banyak pihak dan lintas sektor. (nib/war)
Editor : Achmad Ulil Albab