SEMARANG - Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Tengah menyebut bus rapid test (BRT) Trans Jateng bakal membuka rute baru untuk wilayah Pantura bagian Timur.
Arahnya ke Jepara, Kudus, hingga Pati.
Kendati demikian rute baru bus Trans Jateng itu masih dalam tahap kajian yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029.
Kepala Dishub Jateng Arief Djatmiko menyampaikan ada potensi untuk penambahan koridor BRT Trans Jateng di area Jekuti (Jepara-Kudus-Pati).
Wilayah ini menjadi prioritas untuk penambahan layanan transportasi umum.
Arief menyebut komunikasi dan pengkajian rute koridor baru ini terus berjalan dengan Pemerintah Daerah (Pemda).
Meskipun BRT Trans Jateng berada di wilayah kewenangan Pemprov Jateng, program ini menurutnya taj bisa berjalan sendiri.
Dibutuhkan peran pemerintah kabupaten agar terlaksana.
“Program ini regional, tidak mungkin jalan sendiri, perlu kolaborasi dengan Pemda. Jadi benar-benar harus kita integrasikan ya, entah itu nanti dari daerah bentuk dukungannya berupa feeder atau bagaimana. Masih tahap pengkajian,” jelas Arief, Selasa (1/7).
Arief menambahkan rute BRT Trans Jateng arah Jepara-Kudus-Pati itu sudah masuk prioritas RPJMD 2025-2029.
Sebab, berkaitan dengan proyeksi pengembangan industri di area Pantura Timur.
“Beberapa titik sudah kita kaji, karena Jepara-Kudus-Pati itu kan prioritas, masuk RPJMD terkait pengembangan industri. Realisasinya mungkin paling telat 2027 sepertinya,” bebernya.
Lebih lanjut, Arief menjelaskan akan menyediakan 14 unit bus sebagai ujicoba.
Apabila minat masyarakat tinggi, maka besar akan ada penambahan unit bus.
Selain rite Jepara-Kudus-Pati, BRT Trans Jateng rute Magelang-Temanggung juga masuk prioritas dukungan pariwisata pada RPJMD 2025-2029.
Selanjutnya ada rute Batang untuk mendukung perkembangan industri di Pantura Barat.
“Namun secara bertahap ya, kita akan lihat likuiditas keuangan Pemprov Jateng nanti bagaimana dari semua yang masuk RPJMD itu,” tegasnya. (kap/amr)
Editor : Syaiful Amri