GROBOGAN – Api Abadi Mrapen kembali menjadi titik awal kobaran semangat olahraga Jawa Tengah.
Api yang diambil dari kawasan Mrapen, Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Sabtu (24/10/2026), akan diarak melintasi sejumlah daerah sebelum tiba di Stadion Jatidiri, Semarang, untuk grand opening Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII 2026.
Kirab api atau Torch Relay ini menandai dimulainya rangkaian menuju pesta olahraga terbesar di Jawa Tengah tersebut.
Tak sekadar seremoni, perjalanan api membawa pesan persatuan, sportivitas, dan semangat berprestasi bagi atlet dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah.
Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Urip Sihabudin, mengatakan Api Abadi Mrapen memiliki makna penting bagi dunia olahraga.
Keberadaannya bukan hanya menjadi kebanggaan Kabupaten Grobogan, melainkan juga simbol pemersatu dalam berbagai perhelatan olahraga.
“Api abadi yang ada di Mrapen ini bukan sekadar api, tetapi menjadi simbol bagi kita untuk membangun semangat bersama.
Selama ini, api Mrapen juga menjadi simbol pemersatu dalam berbagai ajang olahraga besar,” ujarnya.
Menurutnya, api tersebut juga melambangkan kesucian dan pemurnian.
Nilai itu diharapkan menjadi pijakan bagi seluruh atlet, pelatih, dan penyelenggara untuk menjaga sportivitas serta menjunjung tinggi semangat kompetisi yang sehat.
“Api abadi ini simbol kesucian dan kemurnian. Bukan hanya milik Grobogan, tapi milik Indonesia dan dunia," tegasnya.
Urip memaparkan, setelah diambil dari sumber Api Abadi Mrapen di Grobogan, api Porprov dijadwalkan bergerak menuju Kabupaten Demak sebagai tuan rumah, kemudian berlanjut ke Kota Salatiga dan Kabupaten Semarang.
Perjalanan selanjutnya dijadwalkan menuju Kabupaten Kendal untuk bermalam.
Pada hari berikutnya Minggu (25/10), api akan dibawa ke Kota Semarang sebelum menuju Stadion Jatidiri sebagai lokasi grand opening Porprov Jateng 2026.
“Dari Grobogan ini, Mrapen, kemudian nanti akan sampai ke Demak sebagai tuan rumah, berikutnya ke Salatiga, Kabupaten Semarang, dan nanti malam akan menginap di Kendal. Besok siang akan digeser ke Kota Semarang,” kata Urip.
Estafet api tersebut menjadi bagian dari upaya menyebarkan semangat Porprov ke berbagai daerah.
Kehadiran api di setiap wilayah diharapkan membangkitkan antusiasme masyarakat sekaligus memperkuat dukungan terhadap atlet yang akan berlaga.
Urip juga mengajak seluruh pemerintah daerah, unsur Forkopimda, KONI, panitia, dan masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan penyelenggaraan Porprov agar berlangsung lancar, aman, dan menjunjung tinggi sportivitas.
Sementara itu, Wakil Bupati Grobogan Sugeng Prasetyo menyampaikan apresiasi kepada panitia besar Porprov Jateng 2026 yang telah menunjuk Api Abadi Mrapen sebagai titik awal rangkaian Torch Relay.
Menurutnya, momentum tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kabupaten Grobogan.
Terlebih, Api Abadi Mrapen memiliki nilai historis dan menjadi simbol penting dalam berbagai kegiatan olahraga.
Sugeng berharap energi positif dari pengambilan api abadi itu dapat menyebar ke seluruh wilayah Jawa Tengah, terutama kepada para atlet yang akan berjuang membawa nama daerah masing-masing.
Ia juga optimistis kontingen Grobogan mampu memberikan penampilan terbaik dalam Porprov Jateng 2026.
Persiapan telah dilakukan agar para atlet bisa bersaing dan meraih prestasi, sekaligus mempertahankan posisi Grobogan sebagaimana capaian pada pelaksanaan sebelumnya.
“Harapan kami, energi positif yang dibawa dari sini dapat menyebar ke seluruh Jawa Tengah.
Kontingen Kabupaten Grobogan juga sudah mempersiapkan diri dengan baik dan mampu meraih prestasi yang setinggi-tingginya,” ungkapnya.
Sugeng berharap pelaksanaan Porprov diberikan kelancaran, keamanan, dan kesuksesan sejak rangkaian awal hingga penutupan nanti.
Porprov Jateng 2026 diharapkan tidak hanya menjadi panggung persaingan atlet untuk memperebutkan medali, tetapi juga menjadi wadah pembinaan olahraga, penguatan persaudaraan antardaerah, serta penjaringan atlet potensial untuk bersaing di tingkat yang lebih tinggi. (int)
Editor : Intan Maylani Sabrina