GROBOGAN – Pemkab Grobogan resmi meluncurkan Traffic Safety Monitoring and Emergency Response System Indonesia Local Governments, sistem pemantauan lalu lintas dan respons kedaruratan yang terintegrasi dengan 28 CCTV milik Dinas Perhubungan (Dishub) Grobogan.
Peluncuran tersebut menjadi bagian dari pengembangan Smart PSC 119 melalui program hibah dari National IT Industry Promotion Agency (NIPA) Korea Selatan bersama PT Beomho Teknologi Service.
Sistem ini dirancang untuk membantu pemerintah memantau kondisi lalu lintas sekaligus mendukung percepatan respons ketika terjadi kecelakaan maupun kejadian darurat.
Kepala Bapperida Grobogan Afi Wildani mengatakan, sistem tersebut diharapkan mampu menjawab kebutuhan pemantauan yang selama ini masih menghadapi sejumlah kendala, terutama keterbatasan personel dan belum optimalnya monitoring CCTV untuk mendukung penanganan kejadian di lapangan.
“Satu menit golden time bisa sangat berarti. Dengan tren yang ada, perlu penanganan yang lebih baik. Kita terus berupaya meningkatkan segala sesuatu yang sudah baik,” kata Afi.
Menurut Afi, salah satu kebutuhan penting dalam pelayanan kedaruratan adalah kemampuan mengetahui kondisi di lapangan secara cepat.
Termasuk ketika terjadi kecelakaan, sehingga penanganan korban tidak hanya bergantung pada laporan, tetapi juga dapat didukung informasi visual dan data lalu lintas.
Melalui sistem baru tersebut, pemerintah daerah mendapatkan traffic dashboard yang menyajikan sejumlah informasi.
Mulai volume kendaraan berdasarkan kategori, tingkat kemacetan, waktu dengan jumlah kendaraan terbanyak, hingga jumlah kendaraan yang masuk dan keluar wilayah Kabupaten Grobogan.
Dashboard juga dapat menampilkan daftar kejadian berdasarkan jenisnya serta kondisi kemacetan di sejumlah titik.
Informasi tersebut terintegrasi dengan 28 CCTV Dishub Grobogan yang tersebar di sejumlah titik. Memungkinkan kondisi lalu lintas dipantau melalui sistem yang lebih terpusat.
“Dengan adanya hibah ini, kondisi yang ada diharapkan meningkatkan pelayanan,” ujarnya.
Selain mengembangkan aplikasi Smart PSC 119, NIPA Korea Selatan dan PT Beomho Teknologi Service juga memberikan dukungan sarana berupa dua unit layar monitor berukuran 55 inci.
Perangkat tersebut menjadi bagian dari sarana pendukung untuk pemantauan sistem dan operasional layanan.
Afi mengatakan, pengembangan Smart PSC 119 juga diarahkan untuk memperkuat koordinasi lintas perangkat daerah.
Dinas Kesehatan menjadi komando teknis layanan kesehatan dan PSC 119, Dishub mendukung keselamatan lalu lintas dan akses mobilitas, sedangkan Diskominfo berperan dalam integrasi sistem, jaringan, dan keamanan data.
Sementara itu, DPUPR mendukung melalui informasi jalan dan infrastruktur.
Bapperida berperan dalam sinkronisasi perencanaan, monitoring, dan tindak lanjut, sedangkan Setda dan perangkat daerah lainnya mendukung kebijakan serta koordinasi kelembagaan.
Ke depan, sistem tersebut juga berpeluang dipadukan dengan command center yang sedang diproses pembangunannya oleh Pemkab Grobogan di bawah Riptaloka.
“Pemkab Grobogan juga tahun ini berproses pembangunan Command Center. Di bawah Riptaloka. Pengembangan ke depan bisa dipadukan di situ,” jelas Afi.
Dalam implementasinya, Pemkab Grobogan bersama PT Beomho Teknologi Service juga menggelar pelatihan penggunaan aplikasi Smart PSC 119.
Pelatihan tersebut ditujukan agar operaror fasyankes dan perangkat daerah memahami fungsi aplikasi sekaligus alur kerja penanganan kejadian.
Peserta dilatih melakukan simulasi laporan, dispatch, ambulans hingga rujukan.
Afi berharap sistem yang diluncurkan tersebut tidak berhenti sebagai inovasi teknologi, tetapi benar-benar menjadi instrumen untuk mempercepat pelayanan kepada masyarakat. (int)
Editor : Intan Maylani Sabrina