
GROBOGAN – Perbaikan infrastruktur jalan di Kabupaten Grobogan kembali dikebut. Melalui APBD Perubahan 2026, pemerintah daerah menyiapkan pagu anggaran sekitar Rp 36 miliar untuk pekerjaan fisik, dengan sekitar 47 paket.
Sejumlah ruas yang masuk dalam pekerjaan peningkatan dan pelebaran jalan tersebut tersebar di berbagai wilayah.
Di antaranya ruas Tuko-Simo dan Truko-Jeketro yang mendapat penanganan peningkatan maupun pelebaran jalan.
Kabid Perencanaan dan Bina Konstruksi Dinas PUPR Grobogan Hari Budi Prasetyo mengatakan, selain peningkatan jalan, anggaran tersebut juga diarahkan untuk menangani sejumlah persoalan infrastruktur pendukung, seperti talud, tebing sungai, hingga irigasi.
“Untuk APBD Perubahan, pagunya sekitar Rp 36 miliar untuk pekerjaan fisik. Ada sekitar 47 paket, di antaranya untuk peningkatan dan pelebaran jalan,” ujarnya.
Salah satu pekerjaan yang disiapkan juga berada di ruas Gubug-Papanrejo, tepatnya dari kawasan Pasar Gubug.
Pekerjaan tersebut mendapat anggaran sekitar Rp 1,7 miliar dan diarahkan untuk peningkatan jalan dengan konstruksi beton.
Selain itu, pemerintah juga mulai menyiapkan pelebaran sejumlah jalan alternatif. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan kapasitas jalan sekaligus mendukung kelancaran mobilitas masyarakat.
Penanganan titik rawan longsor juga masuk dalam paket pekerjaan. Salah satunya longsoran di ruas Brati-Tegalsumur yang diusulkan mendapat anggaran sekitar Rp1,9 miliar.
“Untuk Brati-Tegalsumur itu penanganannya longsoran saja. Nanti diperbaiki dengan dipancang,” jelas Budi.



