Polisi di Grobogan Siagakan 450 Personel dan Pantau 23 Titik Hotspot

Sirojul Munir • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:53 WIB
CEK KELENGKAPAN: Kapolres Grobogan AKBP Endhie Pratama bersama Forkopinda lakukan pengecekan alat pemadaman kebakaran usai apel kesiapsiagaan di halaman Mapolres setempat, beberapa waktu lalu. (SIROJUL MUNIR/RADAR PATI)
CEK KELENGKAPAN: Kapolres Grobogan AKBP Endhie Pratama bersama Forkopinda lakukan pengecekan alat pemadaman kebakaran usai apel kesiapsiagaan di halaman Mapolres setempat, beberapa waktu lalu. (SIROJUL MUNIR/RADAR PATI)

GROBOGAN – Polres Grobogan bersama instansi terkait meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau.

Sebanyak 450 personel gabungan disiagakan untuk menangani kemungkinan bencana tersebut.

Kapolres Grobogan AKBP Endhie Pratama mengatakan kesiapan personel, sarana, dan prasarana telah dikonsolidasikan bersama lintas sektoral.

Langkah tersebut dilakukan sebagai antisipasi agar penanganan dapat dilakukan secara cepat ketika terjadi kebakaran.

“Kami mempersiapkan sedini mungkin berkaitan dengan kerja sama, jumlah personel, dan seluruh sarana prasarana yang kita miliki. Jika ada peristiwa kebakaran hutan ataupun lahan, kita sudah siap untuk menanganinya bersama-sama,” ujarnya usai apel kesiapsiagaan.

Baca Juga: Grobogan Masuk Daftar Awas, Jateng Dorong Modifikasi Cuaca

Selain personel, sejumlah kendaraan pendukung juga disiapkan.

Di antaranya armada Pemadam Kebakaran (Damkar), mobil Armoured Water Cannon (AWC) milik kepolisian, serta kendaraan operasional Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Grobogan.

Pengawasan juga dilakukan terhadap titik panas (hotspot) yang terdeteksi melalui sensor kamera satelit.

Saat ini terdapat sekitar 23 titik panas yang menjadi perhatian dan terus dipantau di wilayah Grobogan.

Polisi menyebut kondisi cuaca panas dan kelalaian manusia menjadi faktor yang berpotensi memicu kebakaran lahan.

Di antaranya puntung rokok yang dibuang sembarangan maupun aktivitas pembakaran yang tidak diawasi.

Pihaknya mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk melihat situasi musim kemarau saat ini di mana lahan sangat kering dan mudah terbakar. 

"Hendaknya kalau membakar sampah atau beraktivitas dengan api harus ekstra hati-hati agar tidak menimbulkan kebakaran hutan dan lahan,” pungkasnya. (mun/him)

 
 
 
Editor : Abdul Rochim
karhutla Grobogan hotspot Grobogan kebakaran hutan dan lahan musim kemarau polres grobogan