GROBOGAN – Upaya Pemerintah Kabupaten Grobogan mempercepat perbaikan sarana pendidikan mulai membuahkan hasil.
Tak hanya SDN Tanggirejo yang bangunannya roboh beberapa waktu lalu, tiga sekolah lain di Grobogan juga mendapat peluang revitalisasi dari pemerintah pusat.
Keempat sekolah tersebut, yakni SDN Tanggirejo Kecamatan Tegowanu, SMP Negeri 1 Tawangharjo, SDN 2 Mlilir, dan SDN Brabo, diundang ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk mengikuti tahapan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS), Senin (27/7).
Tahapan tersebut menjadi bagian dari proses pencairan bantuan revitalisasi melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Bupati Grobogan Setyo Hadi mengatakan, kondisi bangunan sekolah yang rusak menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Karena itu, ia langsung berkoordinasi dengan Kemendikdasmen agar penanganan dapat dipercepat.
"Saya turut prihatin atas kejadian tersebut sampai posisinya roboh. Kemarin sudah saya sampaikan langsung ke Kemendikdasmen, dan Alhamdulillah ternyata sudah ada jawabannya," ujar Setyo Hadi.
Ia menegaskan, seluruh sekolah yang memiliki kondisi bangunan memprihatinkan harus menjadi prioritas pembangunan.
Menurutnya, keselamatan peserta didik dan tenaga pendidik tidak boleh dikompromikan.
"Saya ingatkan kembali kepada Bapperida, fasilitas fisik yang kurang baik harus segera didata dan diprioritaskan pembangunannya," tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Grobogan Anang Armunanto menjelaskan, usulan revitalisasi keempat sekolah tersebut sebenarnya telah diajukan jauh sebelum bangunan SDN Tanggirejo ambruk.
Saat ini prosesnya memasuki tahapan administrasi di Kemendikdasmen.
"(RED, tahun ini) Yang banyak memang revitalisasi melalui APBN. Saat ini ada yang sudah masuk tahap penandatanganan PKS dan ada yang masih berproses.
Hari ini kepala sekolahnya diundang ke Kemendikdasmen untuk tahapan tersebut," katanya.
Anang menuturkan, SDN Tanggirejo sejak awal telah masuk dalam daftar prioritas revitalisasi.
Insiden robohnya bangunan sekolah hanya bertepatan dengan proses usulan yang sedang berjalan.
"Sebenarnya SDN Tanggirejo sudah masuk prioritas. Hanya kebetulan bangunannya roboh sehingga menjadi perhatian. Mudah-mudahan tahun ini bisa langsung ditangani," ujarnya.
Ia menambahkan, selain SDN Tanggirejo, sekolah yang turut mengikuti proses di Kemendikdasmen adalah SMPN 1 Tawangharjo, SDN 2 Mlilir, dan SDN Brabo.
Pemerintah berharap seluruh proses administrasi berjalan lancar sehingga bantuan revitalisasi dapat segera direalisasikan.
Meski optimistis bantuan APBN akan segera turun, Pemkab Grobogan tetap menyiapkan skema cadangan melalui APBD.
Langkah tersebut disiapkan apabila proses pengucuran dana dari pemerintah pusat mengalami kendala administratif.
"Kalau seandainya APBN gagal, kami tetap mencadangkan melalui APBD.