GROBOGAN – Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Grobogan mulai memasuki tahap operasional.
Sebanyak 22 koperasi yang tersebar di sembilan kecamatan kini telah menjalankan berbagai aktivitas usaha secara bertahap sembari menunggu peluncuran resmi.
Kepala Bidang Perkoperasian Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Grobogan, Nur Ikhsan, mengatakan operasional koperasi saat ini masih dilakukan dalam skala sederhana.
Baca Juga: Pemkab Grobogan Pastikan Tak Ada PPPK Dirumahkan, Efisiensi Cuma Pangkas Anggaran Perjalanan Dinas
Meski demikian, sejumlah unit usaha sudah mulai berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat desa.
"Yang berjalan sekarang masih sederhana. Ada simpan pinjam dari anggota sendiri, kemudian ada kemitraan dengan Pertamina untuk LPG, ada juga yang menjual MinyaKita," ujarnya.
Menurut Nur Ikhsan, seluruh kegiatan koperasi tetap berada dalam pendampingan dan pengawasan Dinas Koperasi agar pengelolaannya berjalan sesuai aturan.
Pendampingan dilakukan untuk meningkatkan kapasitas pengurus sekaligus mendorong pengembangan unit usaha secara bertahap.
Ia menjelaskan, keberhasilan Koperasi Merah Putih sangat bergantung pada kemampuan pengurus dalam mengelola organisasi, membangun kemitraan, dan mengembangkan potensi ekonomi di masing-masing desa.
Sebanyak 22 koperasi yang telah beroperasi tersebar di sembilan kecamatan, yakni Geyer, Gubug, Kradenan, Ngaringan, Penawangan, Purwodadi, Tanggungharjo, Tawangharjo, dan Tegowanu.
Adapun desa dan kelurahan yang telah menjalankan operasional koperasi meliputi Desa Ledokdawan dan Baturagung di Kecamatan Geyer, Desa Banjarsari di Kecamatan Kradenan, Desa Belor, Truwolu, Sumberagung, dan Pendem di Kecamatan Ngaringan, Desa Kluwan, Karangpahing, dan Wolo di Kecamatan Penawangan, serta Desa Pulorejo, Ngembak, Kalongan, Ngraji, Danyang, Purwodadi, dan Cingkrong di Kecamatan Purwodadi.
Selanjutnya, operasional koperasi juga telah berjalan di Desa Brabo dan Pulongrambe, Kecamatan Tanggungharjo, serta Desa Mangunsari di Kecamatan Tegowanu.
Keberadaan koperasi yang mulai aktif ini menjadi langkah awal pelaksanaan Program Koperasi Merah Putih di Grobogan.
Pemerintah berharap koperasi mampu menjadi penggerak ekonomi desa melalui penyediaan layanan keuangan, distribusi kebutuhan pokok, hingga pengembangan berbagai usaha produktif masyarakat.
Dengan semakin banyaknya koperasi yang mulai beroperasi, diharapkan roda perekonomian desa semakin tumbuh, kesejahteraan masyarakat meningkat.
Sekaligus memperpendek rantai distribusi berbagai kebutuhan pokok di tingkat lokal. (int)
Editor : Abdul Rochim