GROBOGAN – Pelaksanaan Car Free Day (CFD) di Kabupaten Grobogan pada Minggu (12/7) resmi ditiadakan.
Kebijakan tersebut diambil untuk mendukung kelancaran pelaksanaan Bhayangkara Run 2026 serta sejumlah kegiatan keagamaan yang digelar pada hari yang sama.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Grobogan, Heru Dwi Cahyono, mengatakan peniadaan CFD dilakukan berdasarkan hasil rapat koordinasi persiapan Bhayangkara Run 2026 bersama Polres Grobogan.
Selain itu, DLH juga menerima permohonan libur CFD dari Panitia Silaturahmi Ke-XXIV dan Tasyakuran Tahun Baru Hijriah 1448 H Jam'iyyah Kautsaran Putri Haajarulloh Shiddiqiyyah (JKPHS) se-Indonesia dan perwakilan luar negeri.
"Keputusan ini diambil untuk mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan, menjaga keamanan dan ketertiban, serta mengoptimalkan pengaturan arus lalu lintas selama kegiatan berlangsung," ujar Heru.
Hal tersebut juga tertuang dalam surat nomor B/000/369/DLH/2026 tersebut. DLH memberitahukan kepada Tim Pengendali Car Free Day dan Paguyuban Pedagang Kaki Lima (PKL) CFD bahwa kegiatan Hari Bebas Kendaraan Bermotor pada Minggu, 12 Juli 2026, tidak dilaksanakan.
Meski begitu, Heru menjelaskan, penghentian CFD hanya bersifat sementara.
Masyarakat tetap dapat menikmati kegiatan Hari Bebas Kendaraan Bermotor seperti biasa pada Minggu berikutnya.
"Pelaksanaan Car Free Day akan kembali digelar sesuai jadwal pada Minggu, 19 Juli 2026," katanya.
Ia berharap informasi tersebut dapat diteruskan kepada masyarakat, khususnya para pedagang dan pengunjung rutin CFD, sehingga tidak terjadi kesalahpahaman maupun masyarakat yang telanjur datang ke lokasi.
DLH juga mengajak masyarakat mendukung pelaksanaan Bhayangkara Run 2026 dan agenda lainnya yang berlangsung pada hari tersebut agar berjalan aman, tertib, dan lancar.
Dengan ditiadakannya CFD selama satu pekan, pengaturan lalu lintas di kawasan kegiatan diharapkan lebih optimal sehingga mobilitas peserta maupun masyarakat tetap terjaga. (int)
Editor : Admin