GROBOGAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Grobogan mengusulkan anggaran sebesar Rp 76 miliar kepada pemerintah pusat untuk membangun kembali Pasar Gubug yang hangus terbakar pada September 2024.
Hingga kini, bangunan bekas pasar masih terbengkalai, sementara para pedagang tetap berjualan di pasar darurat.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Grobogan, Pradana Setiawan, mengatakan proposal pembangunan pasar saat ini masih berproses di pemerintah pusat.
Baca Juga: Dua Kades di Grobogan Digembleng di Universitas Indonesia, Ternyata untuk Ini
Pasar Gubug direncanakan dibangun kembali dengan konsep bangunan satu lantai di lokasi pasar lama.
"Kabar terakhir dari justifikasi Kementerian Perdagangan. Pembahasan selanjutnya ada di pemerintah pusat, semoga bisa berjalan dengan baik," ujar Pradana Setiawan yang akrab disapa Dannis.
Menurutnya, seluruh persyaratan yang diminta pemerintah pusat telah dipenuhi 100 persen.
Mulai dari dukungan pedagang, dokumen Detail Engineering Design (DED), kajian lingkungan, kesesuaian tata ruang, hingga berbagai persyaratan administrasi lainnya telah dilengkapi sebelum dikirim ke Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
"Harapannya Pasar Gubug yang terdampak bencana ini bisa segera dibangun kembali seperti semula," katanya.
Dannis menambahkan, dukungan dari berbagai pihak, termasuk penyediaan area parkir dan fasilitas penunjang lainnya, menjadi nilai positif dalam pengajuan pembangunan pasar tersebut.
Sejak kebakaran melanda Pasar Gubug pada 2024, Pemkab Grobogan bekerja sama dengan Pemerintah Desa Gubug memanfaatkan lapangan desa sebagai lokasi pasar darurat agar aktivitas perdagangan tetap berlangsung.
Hingga saat ini, pasar darurat tersebut masih menjadi tempat berjualan bagi 841 pedagang, yang terdiri atas 707 pedagang los, 45 kios, dan 89 pedagang dasaran.
Meski beroperasi dengan fasilitas yang terbatas, aktivitas jual beli di pasar darurat tetap berjalan normal dan menjadi penopang perekonomian masyarakat setempat sambil menunggu realisasi pembangunan pasar baru.
"Aktivitas berjalan normal. Dengan keterbatasan yang ada, transaksi jual beli tetap bisa berjalan dengan baik," pungkasnya. (mun)
Editor : Abdul Rochim