Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Taman Tugu Tani Grobogan Disulap Jadi Ruang Publik Modern

Intan Maylani Sabrina • Jumat, 26 Juni 2026 | 18:46 WIB
DED Taman Tugu Tani
DED Taman Tugu Tani

GROBOGAN-  Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Grobogan merampungkan penyusunan Detail Engineering Design (DED) revitalisasi Bundaran Tugu Tani dan Taman Merapi.

Dokumen perencanaan senilai Rp 75 juta itu kini menjadi acuan pelaksanaan pembangunan fisik yang ditargetkan mulai pada akhir Juni.

Kepala DLH Grobogan Heru Dwi Cahyono mengatakan, rampungnya DED menandai selesainya tahapan perencanaan sehingga proyek siap memasuki tahap konstruksi.

"DED sudah rampung. Sedangkan alokasi revitalisasi Rp 800 juta APBD untuk percantik Taman Merapi dan Tugu Tani ini.

Target kami akhir Juni sudah bisa mulai pengerjaan fisik," ujar Heru.

Ia menjelaskan, revitalisasi tidak hanya bertujuan mempercantik Bundaran Tugu Tani, tetapi juga menghidupkan kembali fungsi kawasan sebagai ruang publik yang nyaman, edukatif, sekaligus memperkuat identitas Grobogan sebagai lumbung pangan nasional.

"Monumen Tugu Tani tetap menjadi ikon utama. Yang kami tata adalah kawasan tamannya agar lebih representatif, mudah diakses masyarakat, dan memiliki ciri khas yang menggambarkan Grobogan sebagai daerah agraris," katanya.

Konsep revitalisasi mengusung tema agraris melalui podium bertingkat yang terinspirasi dari bentuk sawah terasering. 

Monumen tetap berada di titik pusat, sementara plaza dibuat lebih tinggi agar menjadi pusat pandangan. 

Di sekelilingnya disediakan jalur pedestrian yang memungkinkan masyarakat mengakses area taman dengan lebih mudah apabila nantinya difungsikan sebagai taman aktif.

Desain kawasan juga mengadopsi filosofi empat arah mata angin.

Arah timur melambangkan harapan dan awal musim tanam, selatan menggambarkan kerja keras petani, barat menjadi simbol panen dan rasa syukur, sedangkan utara melambangkan ketahanan serta keberlanjutan pangan.

Nuansa pertanian semakin kuat melalui penataan lanskap.

Vegetasi akan dibentuk menyerupai hamparan padi dan jagung sebagai komoditas unggulan Grobogan. 

Pohon Palem Bismarckia dipilih sebagai vegetasi utama karena memiliki tajuk yang tetap proporsional sehingga tidak menghalangi pandangan ke arah monumen. 

Sementara area penutup tanah menggunakan tanaman Arachis pintoi yang berbunga kuning, tahan terhadap gulma, dan minim perawatan.

Elemen dekoratif juga dirancang memiliki makna filosofis.

Lampu taman menggunakan desain lengkung yang terinspirasi dari bentuk bulir padi dan tongkol jagung dengan dominasi warna hijau dan kuning.

Sementara pagar pembatas kawasan dibuat menyerupai jajaran tongkol jagung sebagai simbol komoditas unggulan sekaligus ketahanan pangan Kabupaten Grobogan.

Revitalisasi juga mengedepankan konsep ramah lingkungan.

Kawasan akan dilengkapi lubang resapan biopori untuk meningkatkan daya serap air hujan, mengurangi potensi genangan, serta membantu menjaga cadangan air tanah. 

Selain itu, material seperti ubin terakota dan bata tempel dipilih untuk memperkuat nuansa alami sekaligus menghadirkan tampilan yang lebih estetik.

Menurut Heru, penataan ulang dilakukan karena kondisi Taman Tugu Tani saat ini masih memiliki sejumlah kekurangan. 

Di antaranya belum tersedia akses menuju area tengah taman sehingga fungsi ruang publik belum optimal.

Penataan vegetasi juga masih terkesan acak dan pencahayaan pada malam hari dinilai belum memadai.

"Harapannya setelah direvitalisasi, Taman Tugu Tani tidak hanya menjadi landmark Kabupaten Grobogan, tetapi juga menjadi ruang publik yang nyaman, aman, indah, dan memiliki nilai edukasi serta menjadi kebanggaan masyarakat," pungkasnya. (int)

Editor : Admin
#taman tugu tani #DLH #grobogan #taman