Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Pantau Kualitas Udara, DLH Grobogan Pasang Alat di Empat Titik Strategis

Intan Maylani Sabrina • Kamis, 25 Juni 2026 | 15:11 WIB
DIPASANG: Salah satu titik pemasangan alat passive sampler untuk memantau kualitas udara.
DIPASANG: Salah satu titik pemasangan alat passive sampler untuk memantau kualitas udara.

GROBOGAN – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Grobogan mulai memantau kualitas udara tahun 2026 dengan memasang alat Passive Sampler di empat titik strategis yang mewakili berbagai aktivitas masyarakat dan ekonomi.

Pemasangan alat untuk pemantauan Indeks Kualitas Udara (IKU) Tahap I Tahun 2026 tersebut dilakukan oleh tim Laboratorium Lingkungan DLH Grobogan dari Bidang Tata Lingkungan dan Laboratorium Lingkungan.

Empat lokasi yang dipilih meliputi kawasan transportasi di Simpang Lima Purwodadi, kawasan permukiman di Jetis Gang 6 Kecamatan Purwodadi, kawasan perkantoran di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Grobogan, serta kawasan industri genteng di Desa Karangasem, Kecamatan Wirosari.

Pemilihan lokasi dilakukan untuk memperoleh gambaran kualitas udara dari berbagai sumber aktivitas yang berpotensi memengaruhi lingkungan. 

Mulai dari lalu lintas kendaraan, aktivitas masyarakat di permukiman, kegiatan perkantoran, hingga sektor industri.

Kepala DLH Grobogan Heru Dwi Cahyono menjelaskan, pemantauan Indeks Kualitas Udara menjadi salah satu instrumen penting dalam mengukur kondisi lingkungan hidup daerah.

"Kualitas udara yang baik sangat berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat, kenyamanan lingkungan, dan mendukung pembangunan berkelanjutan," ujarnya.

Melalui metode Passive Sampler, DLH dapat mengukur konsentrasi berbagai parameter pencemar udara yang berasal dari aktivitas manusia maupun sumber alami. Data yang diperoleh kemudian dianalisis sebagai dasar perhitungan Indeks Kualitas Udara (IKU).

IKU sendiri merupakan salah satu komponen penting dalam penyusunan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH), yang menjadi acuan pemerintah dalam menilai kondisi lingkungan daerah.

Selain menggambarkan kondisi udara saat ini, hasil pemantauan juga digunakan untuk mengevaluasi efektivitas program pengendalian pencemaran udara yang telah dijalankan pemerintah daerah.

Dengan data yang akurat dan berkelanjutan, kebijakan pengelolaan lingkungan diharapkan dapat disusun lebih tepat sasaran dan berbasis fakta lapangan.

Melalui kegiatan ini, DLH Grobogan menegaskan komitmennya menjaga kualitas lingkungan hidup sekaligus memastikan masyarakat mendapatkan udara yang bersih, sehat, dan layak untuk mendukung aktivitas sehari-hari. (int)

Editor : Admin
#passive sampler #iku #DLH #grobogan