GROBOGAN – Pemkab Grobogan kembali menorehkan capaian di tingkat internasional. Setelah melalui persaingan ketat dengan puluhan proposal dari berbagai negara.
Kini Grobogan berhasil meraih hibah dari Korea Selatan melalui program National IT Industry Promotion Agency (NIPA) untuk pengembangan sistem Public Safety Center (PSC) 119.
Kepala Bapperida Grobogan, Afi Wildani, mengungkapkan keberhasilan tersebut menjadi kabar menggembirakan di tengah upaya pemerintah daerah memperkuat layanan kegawatdaruratan berbasis teknologi informasi.
Menurutnya, sebelumnya Grobogan juga mengajukan proposal dalam program Smart Road Traffic Safety K-City yang digagas Kementerian Pertanahan, Infrastruktur dan Transportasi Korea Selatan (MOLIT).
Namun, dalam program tersebut Grobogan belum berhasil mendapatkan hibah karena harus bersaing dengan 34 proposal lainnya.
"Untuk program MOLIT belum berhasil. Yang mendapatkan hibah antara lain Brunei, Bacoor Filipina, Ho Chi Minh City dan Can Tho Vietnam, Surin Thailand, serta Penang Malaysia," kata Afi.
Meski demikian, hasil berbeda diperoleh pada program NIPA. Grobogan berhasil lolos dan mendapatkan hibah setelah bersaing dengan sekitar 40 proposal yang masuk dalam seleksi.
"Alhamdulillah, Grobogan berhasil mendapatkan program NIPA yang fokus pada pengembangan software industri global untuk memperkuat sistem data dan teknologi informasi PSC 119," ujarnya.
Melalui program tersebut, sistem PSC 119 Grobogan akan dikembangkan menjadi lebih terintegrasi dengan dukungan teknologi digital yang mampu memperkuat pengelolaan data, pemantauan kondisi lapangan, hingga percepatan respons penanganan keadaan darurat.
Pengembangan ini sejalan dengan konsep Smart City Safe Data Platform, yakni integrasi berbagai sumber data seperti kamera pemantau lalu lintas, sensor jalan, data GPS ambulans, transportasi publik, hingga informasi cuaca dalam satu dashboard terpadu berbasis GIS.
Dengan sistem tersebut, operator dapat memantau situasi secara real time dan mengambil keputusan lebih cepat saat terjadi kondisi darurat.
Dampaknya, waktu respons layanan PSC 119 diharapkan semakin singkat dan efektif.
Sebagai tindak lanjut, Pemkab Grobogan dalam waktu dekat akan menggelar rapat bersama pihak Beomho dan BTS, mitra dari Korea Selatan, untuk membahas ruang lingkup program NIPA-PSC 119 sekaligus mempersiapkan peluncuran atau kick off ceremony.
"Rencananya pekan ini dilakukan pembahasan teknis terkait ruang lingkup program sekaligus persiapan launching," jelas Afi.
Tak hanya itu, tim Beomho dan BTS juga dijadwalkan datang langsung ke Grobogan pada Juni ini. Guna melakukan koordinasi lanjutan dan memulai tahapan implementasi program.
Keberhasilan memperoleh hibah NIPA ini menjadi langkah penting bagi Grobogan dalam mempercepat transformasi digital layanan publik.
Selain meningkatkan kualitas layanan PSC 119, program tersebut juga membuka peluang hadirnya sistem penanganan darurat yang lebih modern, terintegrasi, dan berbasis data untuk mendukung keselamatan masyarakat. (int)
Editor : Admin