Bantaran Kali Japan di Grobogan Tergerus, Dua Rumah Warga Dusun Besaran Terancam Longsor

Abdul Rochim • Dipublikasikan Selasa, 14 April 2026 | 14:12 WIB

TINJAU LOKASI  - Anggota Polsek Ngaringan meninjau rumah warga yang terkena dampak longsor di Desa Truwolu, Kecamatan Ngaringan, Grobogan. (POLSEK NGARINGAN UNTUK RADAR PATI)
TINJAU LOKASI - Anggota Polsek Ngaringan meninjau rumah warga yang terkena dampak longsor di Desa Truwolu, Kecamatan Ngaringan, Grobogan. (POLSEK NGARINGAN UNTUK RADAR PATI)

GROBOGAN – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Ngaringan, Kabupaten Grobogan, memicu luapan Sungai Kali Japan di Desa Truwolu, Grobogan.

Dampaknya, bantaran sungai di Dusun Besaran tergerus hingga menyebabkan dua titik tanah ambles yang mengancam bangunan warga setempat.

Aparat kepolisian pun turun langsung ke lokasi untuk memastikan kondisi warga dan lingkungan tetap aman.

Baca Juga: Pendaftaran Direktur Perumdam Grobogan Diperpanjang, Tambah Lima Pelamar

Peristiwa tersebut terjadi setelah debit air sungai meningkat signifikan akibat curah hujan yang berlangsung cukup lama. 

Aliran air yang deras mengikis struktur tanah di tepi sungai, terutama di area yang berdekatan dengan permukiman warga.

Kapolsek Ngaringan, Kompol Mujiyadari, mengungkapkan pihaknya segera melakukan peninjauan setelah menerima laporan dari masyarakat.

Langkah ini dilakukan untuk mengetahui kondisi riil di lapangan sekaligus mengantisipasi kemungkinan terjadinya longsor susulan.

“Kami langsung mengecek lokasi untuk melihat kondisi terkini dan memastikan warga dalam keadaan aman,” ujarnya.

Ia menjelaskan, titik pertama berada di rumah milik Legiyo (50), warga RT 05 RW 03 Dusun Besaran.

Di lokasi tersebut, tanah di sisi kiri bekas kandang kambing ambles sedalam sekitar 70 sentimeter, dengan lebar 10 meter dan panjang mencapai 20 meter.

Kondisi ini membuat bangunan kandang yang sudah tidak digunakan berada di ambang roboh, sementara pondasi rumah utama juga mulai tergerus karena jaraknya hanya sekitar 15 meter dari aliran sungai.

Sementara itu, titik kedua terjadi di rumah Ahmad Pujiyanto (45) di dusun yang sama. Tanah di bagian belakang rumahnya longsor dengan panjang sekitar 15 meter dan lebar 20 meter.

Akibatnya, sebagian pondasi rumah ikut terkikis dan berpotensi membahayakan bangunan jika tidak segera ditangani.

Baca Juga: Grobogan Masuk Longlist Bappenas, Kawasan Kumuh 86,76 Hektare Ditarget Tuntas Bertahap

Beruntung, dalam kejadian ini tidak terdapat korban jiwa maupun ternak yang terdampak.

Meski demikian, aparat kepolisian mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi yang tinggal di sekitar bantaran sungai.

“Kami bersyukur tidak ada korban. Namun warga harus tetap waspada, apalagi saat hujan deras kembali turun,” tegasnya.

Seiring waktu, debit air Sungai Kali Japan dilaporkan mulai menurun dan kondisi di lokasi berangsur membaik.

Meski demikian, potensi longsor susulan masih perlu diantisipasi.

Sebagai langkah penanganan, Polsek Ngaringan menginstruksikan Bhabinkamtibmas untuk terus memantau wilayah binaannya.

Koordinasi juga dilakukan dengan pemerintah desa serta instansi terkait guna merumuskan langkah lanjutan, termasuk upaya penguatan bantaran sungai.

Mujiyadari menambahkan, perubahan cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini menjadi perhatian serius.

Ia meminta masyarakat lebih peka terhadap kondisi lingkungan dan segera melapor jika melihat tanda-tanda pergerakan tanah atau peningkatan debit air.

Dengan kondisi cuaca yang masih berpotensi ekstrem, kewaspadaan warga menjadi kunci utama dalam mencegah dampak yang lebih besar.

Sinergi antara masyarakat, aparat, dan pemerintah diharapkan mampu mempercepat penanganan serta meminimalkan risiko bencana di wilayah rawan longsor seperti bantaran Sungai Kali Japan. (mun/him)

 

Editor : Abdul Rochim
longsor Grobogan Kali Japan meluap Desa Truwolu Polsek Ngaringan bantaran sungai tergerus