Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Delapan Titik Trotoar di Grobogan Bakal Dibongkar Total untuk Atasi Banjir

Intan Maylani Sabrina • Rabu, 14 Januari 2026 | 17:57 WIB

 

NOTO KUTHO: Sejumlah titik trotoar yang akan dilakukan perbaikan.
NOTO KUTHO: Sejumlah titik trotoar yang akan dilakukan perbaikan.

 

GROBOGAN- Pemerintah Kabupaten Grobogan bersiap melakukan langkah besar dalam upaya pengendalian banjir di Kota Purwodadi.

Tahun ini, delapan ruas jalan utama akan menjadi sasaran perbaikan menyeluruh, mulai dari pembenahan drainase hingga revitalisasi trotoar.

Total anggaran yang disiapkan mencapai sekitar Rp 88 miliar melalui skema pinjaman daerah.

Kepala Bapperida Grobogan, Afi Wildani, menjelaskan program tersebut merupakan kelanjutan dari rangkaian penanganan banjir yang telah dijalankan sepanjang 2025. 

Tahun lalu, pemkab telah menyusun masterplan dan detail engineering design (DED) drainase Kota Purwodadi sebagai dasar penataan infrastruktur jangka menengah dan panjang.

“Penanganan banjir di Purwodadi tidak bisa lagi bersifat tambal sulam. Harus berbasis perencanaan yang matang agar masalah yang sama tidak terus berulang setiap musim hujan,” kata Afi.

Delapan ruas jalan yang akan ditangani meliputi Jalan Ahmad Yani dan Jalan S. Parman yang akan dibenahi sekaligus drainase dan trotoarnya, kemudian Jalan Panjaitan, Jalan Siswomiharjo, Jalan Kapten Tendean, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Bhayangkara, Jalan KS Tubun, serta Jalan Gatot Subroto.

Ruas-ruas ini selama ini dikenal sebagai titik rawan genangan karena kapasitas saluran air yang tidak lagi memadai.

Selain pembenahan di koridor jalan, Pemkab Grobogan juga melanjutkan agenda normalisasi sungai yang melintasi wilayah perkotaan.

Pada 2025, enam sungai telah dinormalisasi melalui pengerukan dan penataan di titik-titik rawan banjir dengan nilai anggaran lebih dari Rp 1,1 miliar.

Upaya tersebut akan diteruskan dengan pemeliharaan rutin pintu-pintu air, termasuk di Sungai Glugu, serta penguatan talud sungai seperti di Sungai Sadon.

Program pengendalian banjir ini dirancang terintegrasi dengan penataan kota. Revitalisasi trotoar tidak hanya berfungsi sebagai jalur pejalan kaki, tetapi juga diharapkan mampu mendukung estetika kawasan dan ketertiban lalu lintas. 

Di sisi lain, pemkab juga menyiapkan pengembangan ruang terbuka hijau (RTH) dan taman tematik kota, penataan kawasan kuliner, serta pembenahan penerangan jalan umum untuk memperkuat wajah Purwodadi sebagai pusat aktivitas ekonomi dan pelayanan publik.

Afi Wildani menegaskan, tujuan utama dari seluruh rangkaian program ini adalah menciptakan Kota Purwodadi yang lebih tangguh terhadap bencana sekaligus nyaman bagi warganya. 

“Kami ingin pembangunan infrastruktur ini benar-benar memberi dampak nyata, tidak hanya mengurangi banjir, tetapi juga meningkatkan kualitas lingkungan hidup dan ruang publik,” ujarnya.

Dengan perencanaan yang matang dan dukungan anggaran yang signifikan, Pemkab Grobogan berharap persoalan banjir yang selama ini menghantui sejumlah ruas jalan di Purwodadi dapat ditekan secara signifikan mulai 2026. (int)

Editor : Achmad Ulil Albab
#trotoar #grobogan