GROBOGAN - Hujan lebat yang mengguyur wilayah Kabupaten Grobogan sejak Selasa (21/10) sore berdampak serius - air dari area persawahan meluap dan merendam beberapa titik jalur kereta api di wilayah tersebut.
Menurut keterangan dari PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 4 Semarang, tercatat tiga segmen jalur rel terdampak yaitu petak Brumbung–Tegowanu KM 21+9/0, Gubug–Tegowanu KM 27+9/0 dan Gubug–Karangjati KM 32+6/7.
Segera setelah menerima laporan, pihak KAI mengaktifkan posko tanggap darurat dan menurunkan ratusan petugas dari unit prasarana, perjalanan dan pengamanan.
Mereka bekerja sepanjang malam untuk memperkuat lapisan batu ballast, membersihkan saluran air tersumbat, dan memeriksa struktur rel serta oprit jembatan.
Kondisi terkini menunjukkan jalur masih aman dilalui, namun dengan pembatasan kecepatan yang ketat.
“Aliran air mulai melambat, genangan berangsur surut, dan tidak ditemukan kerusakan pada tubuh jalan rel,” ujar Manajer Humas KAI Daop 4 Semarang, Franoto Wibowo.
Selain kereta, banjir juga melanda delapan kecamatan di Grobogan: Kecamatan Geyer, Tanggungharjo, Tegowanu, Kedungjati, Gubug, Klambu, Kradenan, dan Purwodadi.
Permukiman, areal persawahan dan jalan akses utama terdampak.
Di Desa Monggot (Kecamatan Geyer), lima dusun terendam setinggi 20–100 cm.
Di Desa Klampok (Desa Geyer), air mencapai 70 cm.
Kondisi serupa terjadi di Tegowanu dan Tanggungharjo akibat luapan Sungai Tuntang, Sungai Renggong, dan Sungai Kliteh.
Di Kecamatan Gubug, tanggul jebol di sisi jembatan rel menyebabkan air menggenangi rel di Desa Papanrejo; mengganggu operasional kereta.
Namun kini genangan sudah mulai surut dan jalur kembali bisa dilewati.
Seluruh tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Grobogan, pemerintah desa, relawan dan warga berada di lapangan untuk pembersihan, pendataan kerusakan, dan penguatan tanggul sementara.
BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap hujan susulan dan area rawan banjir.
KAI menegaskan bahwa keselamatan dan keamanan perjalanan tetap menjadi prioritas utama.
Mereka meminta maaf atas keterlambatan - termasuk pada 10 perjalanan kereta api yang terdampak - dan menegaskan bahwa pengambilan keputusan dilakukan berdasar hasil pemeriksaan teknis dan pemantauan lapangan.
Editor : Alfian Dani