Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Zahra Zerina Syarafana Asal Grobogan, Siswi SMAN 1 Toroh Gabung Forum OSIS Jawa Tengah

Intan Maylani Sabrina • Selasa, 7 Juli 2026 | 15:05 WIB
(ZAHRA Zerina Syarafana)
(ZAHRA Zerina Syarafana)

ZAHRA Zerina Syarafana merupakan siswi kelas XI SMAN 1 Toroh yang berhasil menorehkan prestasi dengan bergabung dalam Forum OSIS Jawa Tengah.

Perjalanan Zahra tidak dimulai dari kemampuan yang sudah matang.

Saat kali pertama aktif di organisasi sekolah, ia bahkan belum memahami tugas di bidang publikasi, dokumentasi, dan Desain (PDD).

Mengedit foto maupun video menjadi sesuatu yang benar-benar baru baginya.

Namun, keterbatasan itu tidak membuatnya menyerah. Ia justru menjadikannya sebagai motivasi untuk terus belajar.

Perlahan, kemampuan mengelola desain, membuat konten, hingga menyebarkan informasi melalui media sosial semakin terasah.

Berkat kegigihannya, Zahra akhirnya mendapat kesempatan berkembang hingga tingkat provinsi melalui Forum OSIS Jawa Tengah.

"Awalnya saya tidak tahu apa itu PDD maupun cara mengedit. Dari  situ saya terus belajar sampai akhirnya bisa berkembang ke tingkat Forum OSIS Jawa Tengah," ujar remaja kelahiran Grobogan, 24 Maret 2009 itu.

Menurut Zahra, aktif dalam organisasi bukan sekadar mengikuti rapat atau menjalankan program kerja.

Dibutuhkan komunikasi yang baik, rasa tanggung jawab, serta kemampuan mengatur waktu agar seluruh pekerjaan dapat diselesaikan secara maksimal.

Sebagai bagian dari bidang Informasi dan Komunikasi (Inkom), kesehariannya dipenuhi dengan aktivitas mengedit konten serta mengelola penyebaran informasi di media sosial.

Di balik layar, ia ikut memastikan setiap kegiatan organisasi dapat tersampaikan kepada warga sekolah dengan menarik dan informatif.

Di sisi lain, tantangan terbesar justru datang dari padatnya aktivitas sebagai pelajar.

Tugas sekolah yang menumpuk kerap berbarengan dengan agenda organisasi maupun berbagai kegiatan lainnya.

Kondisi itu memaksanya untuk semakin disiplin dalam mengatur waktu.

Baginya, pendidikan tetap menjadi prioritas. Karena itu, Zahra memiliki strategi sederhana agar semuanya tetap berjalan seimbang.

Tugas sekolah sebisa mungkin diselesaikan sebelum pulang.

Setelah itu, waktu sepulang sekolah hingga selepas Isya digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan OSIS. Malam harinya dimanfaatkan untuk belajar hingga sekitar pukul 21.00 atau 21.30 WIB.

"Belajar itu paling penting, jadi tidak bisa dilewatkan. Kalau tugas sekolah bisa selesai lebih awal, di rumah saya bisa fokus mengerjakan tugas OSIS dan tetap punya waktu untuk belajar," tuturnya.

Kesuksesan yang diraih Zahra tidak lepas dari dukungan orang- orang terdekat.

Ia mengaku selalu mendapat semangat dari kedua orang tua, guru-guru di sekolah, serta kakak tingkat dan teman-teman OSIS yang terus mendampinginya selama berproses.

Bergabung di Forum OSIS Jawa Tengah juga membuka banyak kesempatan baru.

Selain memperluas relasi dengan pelajar dari berbagai daerah, ia memperoleh pengalaman mengelola kegiatan berskala provinsi yang semakin mengasah kemampuan kepemimpinan, komunikasi, dan kerja sama tim.

Meski telah menorehkan prestasi, Zahra tetap rendah hati. Ia berharap pengalamannya bisa menjadi penyemangat bagi pelajar lain agar tidak ragu mencoba hal baru.

"Jangan pernah takut mencoba. Gagal bukan akhir dari segalanya. Teruslah berkembang dan jadilah versi terbaik dari diri sendiri untuk masa depan Indonesia," pesannya.

Ia juga berharap OSIS SMAN 1 Toroh semakin maju, semakin kompak, dan mampu menghadirkan lebih banyak inovasi yang membawa manfaat bagi sekolah maupun masyarakat. (int)

Editor : Admin
#zahra #osis #grobogan #sman 1 toroh