Ketua PWNU Jawa Tengah Gus Rozin asal Kajen Pati Sangat Peduli terhadap Pendidikan Pesantren, Inilah Lima Pemikiran Beliau
Abdul Rochim• Selasa, 30 Juli 2024 | 03:34 WIB
BAKAL DILANTIK: Ketua PWNU Jateng (terpilih) KH Abdul Ghoffar Rozin alias Gus Rozin (DOK RADAR KUDUS)
PATI, RADARPATI.ID - Kiai Haji (KH) Abdul Ghoffar Rozin, lebih dikenal sebagai Gus Rozin, tidak hanya dikenal sebagai seorang ulama dan pemimpin pesantren, tetapi juga sebagai sosok inovator pendidikan yang berkomitmen pada pembaharuan dan kemajuan.
Gelar Master of Education (M.Ed) yang disandangnya bukanlah formalitas semata.
Tetapi mencerminkan kapasitasnya sebagai pemikir dan pembaharu dalam dunia pendidikan.
Sebagai Pembantu Direktur Bidang Kurikulum di Perguruan Islam Mathali'ul Falah (PIM), Gus Rozin aktif membuat kelompok diskusi untuk menelaah dan menyempurnakan kurikulum, khususnya di Madrasah Ibtidaiyah.
Pada 2008, beliau menginisiasi dan menjadi Ketua/Rektor Sekolah Tinggi Agama Islam Mathali'ul Falah (STAIMAFA), yang kemudian berubah menjadi Institut Pesantren Mathali'ul Falah (IPMAFA) pada tahun 2015.
Di Pesantren Maslakul Huda, Gus Rozin merintis takhashshus Ushul Fiqh yang berkembang menjadi Ma'had Aly Fi Ushul Fiqhi, dengan spesialisasi kajian fikih sosial yang dikembangkan oleh Kiai Sahal Mahfudh.
Beliau juga merintis Pesantren Maslakul Huda Lil-Mubtadiat, khusus untuk anak-anak putri yang masih pemula.
Selain itu, Gus Rozin mendirikan Sekolah An-Nishmah yang menawarkan berbagai unit pendidikan mulai dari Baby Daycare, Kelompok Bermain, Taman Kanak-Kanak, hingga Sekolah Dasar Terpadu.
Untuk melengkapi potensi dan keterampilan wirausaha santri, Gus Rozin mendirikan BPRS Artha Mas Abadi dan Balai Latihan Kerja (BLK) Pesantren Maslakul Huda.
BLK ini memberikan pelatihan intensif tentang pentingnya entrepreneurship bagi santri.
Sedangkan bagi dunia pendidikan pesantren, pada 2013, Gus Rozin mendapat amanah sebagai Ketua Rabithah Ma'ahid Islamiyah NU Jawa Tengah
Kemudian menjadi Ketua RMI PBNU hasil Muktamar Jombang tahun 2015 hingga saat ini.
Di bawah kepemimpinannya, RMI-NU Jateng mengalami banyak terobosan, termasuk konsolidasi organisasi pesantren, penggerakan kemandirian ekonomi, dan kolaborasi dengan pemerintah.
Selain itu, selama memimpin RMI PBNU, Gus Rozin meluncurkan berbagai program inovatif seperti Liga Santri, Gerakan Ayo Mondok, dan Kemandirian Pesantren.
Gus Rozin juga diamanahi sebagai Katib Sysuriyah PBNU dan Mustasyar PCNU Kabupaten Pati, serta dipercaya sebagai Staf Khusus Presiden Bidang Keagamaan pada tahun 2018 dan anggota Dewan Ketahanan Pangan pada tahun 2017.
Perannya dalam menata bidang keagamaan di Indonesia, termasuk eksistensi pesantren, serta kemampuan manajerialnya, menjadikannya pilihan tepat bagi Presiden.
Pemikiran Gus Rozin
Kemandirian Pesantren: Gus Rozin menekankan pentingnya kemandirian pesantren dalam aspek kurikulum, budaya, dan ekonomi.
Menurutnya, pesantren yang bergantung pada pihak luar akan kehilangan kemandirian dan rentan terhadap pengaruh eksternal.
Integrasi Pesantren dan Perguruan Tinggi: Gus Rozin berpendapat bahwa pesantren dan perguruan tinggi harus terintegrasi dalam nilai moral dan akademik.
Pesantren harus tetap memelihara tradisi lama sambil mengadopsi modernitas yang reformatif.
Pentingnya Riset: Menurut Gus Rozin, riset adalah kunci kemajuan.
Perkembangan riset yang pesat akan menghasilkan inovasi yang bermanfaat, sedangkan kurangnya riset dapat membuat bangsa tertinggal.
Bonus Demografi: Gus Rozin melihat bonus demografi sebagai peluang dan tantangan.
Ia menekankan perlunya meningkatkan kompetensi usia produktif untuk memperkuat daya saing bangsa di era global.
Peran Aktif Pemerintah: Gus Rozin menilai pentingnya peran aktif pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengembangkan pesantren, sesuai dengan Undang-Undang Pesantren yang baru disahkan.
Pesantren juga diharapkan meningkatkan administrasi dan akuntabilitas untuk menjalankan program pemerintah secara transparan dan efektif.
Gus Rozin terus berperan penting dalam pengembangan pendidikan dan keagamaan di Indonesia, dengan pemikiran dan inovasi yang menginspirasi banyak pihak. (*/him)