Penyakit Sesak Napas di Blora Tembus 50.740 Kasus, Ini Kelompok Umur Paling Banyak Terdampak

Arif Fakhrian Khalim • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 11:00 WIB


MELIHAT: Bupati Blora Arief Rohman dan Wakil Bupati Blora Sri Setyorini melihat kondisi pasien lansia di RSUD Cepu. (ARIF FAKHRIAN KHALIM/RADAR PATI)

MELIHAT: Bupati Blora Arief Rohman dan Wakil Bupati Blora Sri Setyorini melihat kondisi pasien lansia di RSUD Cepu. (ARIF FAKHRIAN KHALIM/RADAR PATI)

BLORA – Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Blora mencatat sebanyak 50.740 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) terjadi selama periode Januari hingga Juni 2026.

Tingginya angka tersebut menjadi perhatian seiring peralihan musim hujan ke musim kemarau yang diperkirakan mencapai puncaknya pada Juli hingga September.

Kepala Dinkesda Blora Edi Widayat mengatakan, cuaca panas dan kering saat musim kemarau berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama ISPA.

Baca Juga: Siswa SD Sendangrejo di Blora Sambat Pusing hingga Perut Sakit setelah Meminum Susu MBG

Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dengan menjaga daya tahan tubuh dan menerapkan pola hidup sehat.

"Peralihan dari musim hujan ke musim kemarau yang disertai cuaca panas dan kering perlu diwaspadai karena berpotensi memicu berbagai gangguan kesehatan, seperti ISPA. Sedangkan puncak musim kemarau diperkirakan berlangsung pada Juli hingga September 2026," ujarnya.

Dari total 50.740 kasus ISPA tersebut, sebanyak 2.698 kasus merupakan pneumonia, sedangkan 48.042 kasus lainnya merupakan ISPA nonpneumonia.

Kelompok usia dewasa menjadi penyumbang kasus terbanyak dengan 22.049 kasus, terdiri atas 545 kasus pneumonia dan 21.504 kasus nonpneumonia.

Kelompok balita mencatat 8.727 kasus, meliputi 1.408 kasus pneumonia dan 7.319 kasus nonpneumonia.

Sementara kelompok lansia mencapai 8.123 kasus, terdiri atas 332 kasus pneumonia dan 7.791 kasus nonpneumonia.

Adapun kelompok anak mencatat 6.001 kasus, terdiri atas 248 kasus pneumonia dan 5.753 kasus nonpneumonia.

Sedangkan kelompok remaja sebanyak 5.840 kasus, dengan rincian 165 kasus pneumonia dan 5.675 kasus nonpneumonia.

Edi mengimbau masyarakat menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi, beristirahat cukup, serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat selama musim kemarau.

Menurutnya, peningkatan kasus ISPA saat pergantian musim merupakan pola yang hampir terjadi setiap tahun.

Selain itu, masyarakat juga diminta menjaga kebersihan lingkungan, higiene, dan sanitasi untuk mencegah berbagai penyakit menular lainnya.

"ISPA dan penyakit menular lainnya memang berkaitan dengan kondisi lingkungan. Karena itu, higiene dan sanitasi harus terus dijaga oleh kita," pungkasnya. (ari)

Editor : Abdul Rochim
musim kemarau Blora Dinkesda Blora ISPA Blora kasus ISPA 2026 pneumonia Blora