19 Siswa SD di Blora Diduga Keracunan Usai Santap MBG, Enam Jalani Perawatan Intensif

Eko Santoso • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 17:30 WIB

SAKIT: Para siswa Sekolah Dasar Negeri Sendangharjo terbaring di IGD Puskemas Ngawen. (EKO SANTOSO/RADAR PATI)
SAKIT: Para siswa Sekolah Dasar Negeri Sendangharjo terbaring di IGD Puskemas Ngawen. (EKO SANTOSO/RADAR PATI)

BLORA – Sebanyak 19 siswa SD Negeri Sendangrejo, Kecamatan Ngawen, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Jumat pagi. 

Seluruh siswa yang mengalami gejala langsung dilarikan ke Puskesmas Ngawen untuk mendapatkan penanganan medis.

Di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Puskesmas Ngawen, sejumlah siswa tampak menjalani perawatan dengan didampingi orang tua dan guru.

Baca Juga: Kepala SPPG Mengundurkan Diri, Dapur MBG Muraharjo Blora Hentikan Operasional Sementara

Mereka mengeluhkan gejala seperti sakit perut, mual, muntah, hingga pusing setelah menyantap menu MBG.

Salah seorang siswa, Dila, mengaku mulai merasakan keluhan setelah meminum susu yang disajikan dalam paket makanan.

"Perut sakit, pusing habis minum susu," ujarnya singkat.

Guru SD Negeri Sendangrejo, Nova Dwi, menjelaskan paket MBG dari dapur SPPG Bogowanti tiba di sekolah sekitar pukul 07.00 WIB dan dibagikan kepada siswa setelah upacara, sekitar pukul 07.30 WIB.

Tak lama setelah makanan dikonsumsi, beberapa siswa mulai menunjukkan gejala keracunan, mulai dari mual, sakit perut hingga muntah.

"Ada yang muntah sampai tiga kali di sekolah," katanya.

Pihak sekolah kemudian segera membawa 19 siswa ke Puskesmas Ngawen agar mendapatkan penanganan medis.

Menurut Nova, para siswa yang terdampak berasal dari kelas III, IV, dan V. Sebelum makanan dibagikan, pihak sekolah mengaku telah mencicipi menu dan tidak menemukan kejanggalan.

Namun, setelah muncul laporan siswa mengalami mual, ditemukan beberapa kotak makanan (ompreng) yang mengeluarkan bau tidak sedap.

Selain itu, muncul dugaan susu dalam paket MBG menjadi penyebab keracunan karena diduga sudah kedaluwarsa.

Menu MBG yang dibagikan saat itu terdiri atas susu kotak rasa cokelat, telur utuh, kacang campur tempe, anggur, dan nasi.

"Untuk susu diambil pihak SPPG, sedangkan makanan tidak boleh dikembalikan karena dijadikan sampel oleh puskesmas," jelas Nova.

Pihak sekolah juga langsung menghubungi orang tua siswa agar dapat mendampingi anak-anak selama menjalani pemeriksaan di fasilitas kesehatan.

Petugas Surveilans Puskesmas Ngawen, Supriyanto, mengatakan para siswa mulai berdatangan ke puskesmas sekitar pukul 08.00 WIB dengan kondisi yang bervariasi.

"Ada yang sakit perut, muntah. Kami langsung melakukan penanganan," katanya.

Dari 19 siswa yang dirawat, sebanyak 13 siswa dilaporkan membaik setelah mendapatkan penanganan awal.

Sementara enam siswa lainnya masih memerlukan observasi dan perawatan lebih lanjut karena mengalami keluhan yang lebih berat.

"Enam siswa masih mengalami sesak dan sakit perut sehingga membutuhkan pemantauan khusus," pungkasnya. (tos)

 

Editor : Abdul Rochim
MBG Blora keracunan siswa SD Negeri Sendangrejo Puskesmas Ngawen Makan Bergizi Gratis