BLORA – Stok barang subsidi di sejumlah Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Blora mulai habis.
Meski Komando Distrik Militer (Kodim) 0721/Blora telah melaporkan kondisi tersebut kepada Agrinas selaku distributor, hingga kini belum ada tindak lanjut berupa pengiriman ulang barang.
Dandim 0721/Blora Letkol Kav Yudi Agus Setiyanto mengatakan, pihaknya hanya berperan menyampaikan laporan terkait kekosongan stok kepada Agrinas.
Baca Juga: KASIHAN! Karyawan KDMP di Desa Blungun Blora Belum Terima Upah, Stok Barang Mulai Menipis
Selanjutnya, distribusi menjadi kewenangan Agrinas bersama pemasok utama.
“Intinya kami dari Kodim Blora hanya menyampaikan ke Agrinas, selanjutnya Agrinas menyampaikan ke Wilmar atau supplier besar,” ujarnya.
Menurut Yudi, laporan mengenai stok yang menipis sudah diterima dari lebih dari lima desa.
Para pengelola KDMP mempertanyakan kapan pasokan barang kembali dikirim karena sejumlah komoditas subsidi sudah habis.
Baca Juga: KDMP di Blora Wajib Setor Omzet ke Agrinas Rp 1 Juta Per Hari
“Lebih dari lima desa sudah melapor terkait stok dan menanyakan kapan restock. Operasional KDMP sepenuhnya menjadi kewenangan Agrinas, bukan Kodim,” katanya.
Salah satu yang mengalami kekosongan stok adalah KDMP Desa Jejeruk.
Ketua KDMP Desa Jejeruk, Jefryanto, mengungkapkan minyak goreng subsidi dan beras subsidi hanya tersedia saat peluncuran KDMP pada 22 Juni lalu.
Setelah itu, stok langsung habis dan belum pernah dikirim kembali.
“Barang subsidi hanya ada saat launching, setelah itu langsung habis. Sampai sekarang belum ada tambahan stok dan kami juga belum tahu kapan akan dikirim lagi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, selama ini pengambilan barang dilakukan melalui Kodim menggunakan kendaraan operasional yang telah disiapkan.
Namun, hingga kini belum ada instruksi lanjutan terkait distribusi barang subsidi.
“Sekarang yang dijual hanya barang non-subsidi. Untuk kondisi stok tetap kami laporkan setiap hari,” katanya.
Kondisi serupa juga terjadi di KDMP Desa Blungun, Kecamatan Jepon.
Asisten Manajer KDMP Desa Blungun, Ahmad Ryanto, mengatakan laporan stok disampaikan melalui Kodim.
Namun, keputusan pengiriman barang sepenuhnya menunggu Agrinas.
“Sampai sekarang yang kosong di antaranya Minyakita, beras subsidi, serta beberapa produk dari Indomarco,” ungkapnya.
Para pengelola berharap distribusi barang subsidi segera dilakukan agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu dan operasional KDMP dapat kembali berjalan optimal. (ari)
Editor : Abdul Rochim