Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

KDMP di Blora Wajib Setor Omzet ke Agrinas Rp 1 Juta Per Hari

Arif Fakhrian Khalim • Sabtu, 11 Juli 2026 | 12:17 WIB

BERSIAP: Para karyawan di KDMP Desa Purwosari Kecamatan Kota Blora saat menata barang. (EKO SANTOSO/RADAR PATI)
BERSIAP: Para karyawan di KDMP Desa Purwosari Kecamatan Kota Blora saat menata barang. (EKO SANTOSO/RADAR PATI)

BLORA – Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Blora diwajibkan menyetorkan hasil penjualan kepada PT Agrinas Pangan Nusantara sebagai bentuk pertanggungjawaban operasional. 

Nilai setoran rata-rata mencapai sekitar Rp 1 juta per hari, menyesuaikan omzet penjualan masing-masing koperasi.

Di sisi lain, sejumlah KDMP mulai menghadapi persoalan ketersediaan stok.

Beras dan minyak goreng subsidi di beberapa koperasi dilaporkan habis dan hingga kini belum mendapat pasokan baru dari Agrinas.

Baca Juga: Jam Absensi ASN Kudus Dimajukan Pukul 05.30, Untuk Dukung Program Ini

Pantauan di KDMP Desa Jejeruk menunjukkan masih banyak rak penjualan yang kosong.

Produk yang paling banyak dicari masyarakat, seperti beras dan minyak subsidi, belum tersedia.

Ketua KDMP Desa Jejeruk, Jefriyanto, mengatakan koperasi mulai beroperasi sejak 22 Juni 2026 dengan jam layanan pukul 08.00 hingga 17.00 WIB. Saat ini operasional didukung lima karyawan.

"Setiap hari kami berhasil menjual berbagai produk mulai dari barang kebutuhan pokok, jajanan, dan minuman botol," ujarnya.

Menurutnya, hasil penjualan disetorkan kepada PT Agrinas Pangan Nusantara melalui transfer Bank BNI maupun BRI.

Awalnya penyetoran dilakukan setiap hari, namun kini diubah menjadi dua hari sekali agar lebih efisien.

"Dulu setiap hari setor lewat BRI, sekarang dua hari sekali. Setorannya sesuai omzet, biasanya sehari antara Rp 800 ribu sampai Rp1 juta," katanya.

Jefriyanto menjelaskan, setiap dua hari sekali pihaknya menyetorkan sekitar Rp 2 juta ke rekening Agrinas.

Pada Jumat (10/7), misalnya, koperasi menyetorkan Rp 2,2 juta yang merupakan hasil penjualan selama dua hari.

Ia menyebut omzet harian KDMP Jejeruk cukup fluktuatif, mulai dari Rp 250 ribu hingga mencapai Rp 2 juta saat jumlah pembeli meningkat.

Meski demikian, kendala utama saat ini adalah belum adanya pengiriman ulang sejumlah barang kebutuhan pokok.

"Stok minyak dan beras subsidi di kami masih kosong dan belum ada kiriman kembali," ujarnya.

Kondisi serupa juga terjadi di KDMP Desa Blungun.

Asisten Manajer KDMP Blungun Ahmad Ryanto mengatakan rata-rata transaksi penjualan mencapai sekitar Rp 1 juta per hari atau sekitar Rp 25 juta setiap bulan.

Seluruh hasil penjualan tetap disetorkan melalui layanan BRILink. Namun, hingga kini pasokan barang baru dari Agrinas belum juga datang.

"Penjualan tetap berjalan setiap hari. Uang hasil penjualan juga terus kami setorkan, tetapi sampai sekarang barang belum juga dikirim lagi," katanya.

Akibat keterlambatan distribusi tersebut, stok barang semakin menipis bahkan beberapa komoditas sudah habis sehingga dikhawatirkan mengganggu pelayanan kepada masyarakat.

Ahmad berharap sistem distribusi dapat diperbaiki.

Menurutnya, seharusnya tersedia gudang distribusi di tingkat kabupaten sehingga pengiriman barang ke koperasi bisa lebih cepat tanpa harus menunggu pasokan dari pusat.

"Seharusnya di tingkat kabupaten sudah ada gudang distributor sehingga distribusi bisa lebih cepat," pungkasnya. (ari)

Editor : Abdul Rochim
#Agrinas Pangan Nusantara #beras subsidi kosong #minyak subsidi #Koperasi Desa Merah Putih