BLORA – Sejumlah fasilitas di Pasar Sidomakmur dikeluhkan pedagang.
Keluhan meliputi pasokan air kamar mandi umum yang tidak optimal, kloset mampet, talang bangunan bocor, hingga akses jalan di dalam pasar yang belum berpaving.
Pantauan di lokasi, beberapa kamar mandi terlihat kumuh dan sebagian ditutup karena mengalami kerusakan.
Kepala UPT Pasar Wilayah I, Listiyo Utomo, mengatakan persoalan air di toilet umum bukan disebabkan musim kemarau, melainkan adanya masa transisi pengelolaan dari sistem sebelumnya ke mekanisme outsourcing.
“Ini bukan karena musim kemarau. Kendalanya karena ada masa transisi pengelolaan, sehingga pelayanan air belum optimal di beberapa titik,” ujarnya.
Menurutnya, Pasar Sidomakmur memiliki sekitar 10 titik kamar mandi.
Sebagian toilet mengalami kerusakan seperti saluran mampet akibat sampah dibuang ke kloset serta kerusakan pada kloset yang pecah.
UPT Pasar bersama perwakilan Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM (Dindagkop UKM) Kabupaten Blora telah meninjau langsung fasilitas yang dikeluhkan pedagang.
Dari hasil pengecekan, sejumlah perbaikan akan segera diusulkan.
Rencana perbaikan meliputi pembenahan sumur, pembangunan tandon dan menara air, penggantian peralatan yang rusak, serta perbaikan jaringan perpipaan.
Selain toilet, pengelola juga mengusulkan pemasangan paving di akses jalan antara Blok B dan Blok E yang selama ini belum tertata.
Area seluas sekitar 10 x 30 meter tersebut dinilai perlu dipaving agar aktivitas jual beli lebih nyaman dan penataan pedagang menjadi lebih rapi.
“Kami usulkan segera dipaving supaya penataan pedagang lebih rapi dan tidak mengganggu akses jalan maupun parkir,” katanya.
Perbaikan juga akan menyasar talang bangunan yang bocor.
Menurut Listiyo, hampir seluruh blok pasar mengalami persoalan serupa sehingga membutuhkan penanganan secepatnya. (tos)