Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Pendaftar Sekolah Rakyat di Blora Membeludak, Dinsos Usulkan Tambahan Rombel

Abdul Rochim • Rabu, 1 Juli 2026 | 07:18 WIB
 
TERBATAS: Gedung SRMA 18 di Balun, Cepu.  (EKO SANTOSO/RADAR PATI)
TERBATAS: Gedung SRMA 18 di Balun, Cepu. (EKO SANTOSO/RADAR PATI)

BLORA – Pemerintah Kabupaten Blora mengusulkan penambahan rombongan belajar (rombel) untuk Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 18 Blora.

Langkah tersebut dilakukan agar lebih banyak anak dari keluarga miskin ekstrem atau desil 1 dan 2 dapat melanjutkan pendidikan dan terhindar dari risiko putus sekolah.

Usulan itu muncul karena pada tahun ajaran 2026/2027, SRMA 18 Blora hanya memperoleh kuota 30 siswa.

Jumlah tersebut dinilai belum mampu mengakomodasi tingginya minat pendaftar dari keluarga kurang mampu.

Baca Juga: Akibat Harga BBM Melonjak, Target Dropping Air Bersih di Daerah Kekeringan di Blora Berkurang

Kepala SRMA 18 Blora, Tri Yuli Setyoningrum, mengatakan proses penerimaan peserta didik difokuskan bagi anak-anak dari keluarga desil 1 dan desil 2 yang masuk kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling rendah.

"Dari 107 calon peserta didik yang diusulkan, sebanyak 80 siswa dinyatakan lolos proses screening. Namun kuota yang tersedia saat ini hanya 30 siswa," ujarnya.

Menurut Tri Yuli, seleksi dilakukan berdasarkan data by name by address dari pemerintah daerah yang kemudian diverifikasi melalui pengecekan langsung di lapangan.

Proses tersebut bertujuan memastikan kondisi sosial ekonomi calon peserta didik sesuai dengan kriteria penerima manfaat.

Akibat keterbatasan kuota, sekitar 50 calon siswa yang telah lolos verifikasi belum dapat diterima di Sekolah Rakyat.

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Blora, Luluk Agung Ariadi, mengatakan pihaknya segera mengajukan permohonan penambahan rombel kepada Kementerian Sosial.

"Kami akan menyurati Kemensos agar ada tambahan satu atau dua rombel. Semoga usulan tersebut dapat disetujui sehingga lebih banyak anak yang bisa tertampung," katanya.

Luluk mengaku khawatir keterbatasan kuota akan berdampak pada meningkatnya potensi anak putus sekolah.

Khususnya bagi keluarga desil 1 dan 2 yang memiliki keterbatasan ekonomi.

Menurutnya, penambahan rombel juga menjadi solusi sementara sembari menunggu pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat di Kabupaten Blora selesai.

Saat ini, gedung SRMA 18 yang digunakan di Kecamatan Cepu hanya mampu menampung sekitar 50 siswa.

Ia menambahkan, pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat diperkirakan rampung dalam waktu sekitar satu tahun.

"Kabupaten Rembang bisa menjadi acuan. Di sana pembangunan baru berjalan sekitar empat bulan, tetapi progresnya sudah mencapai kurang lebih 80 persen," pungkasnya. (tos)

 
 
Editor : Abdul Rochim
#SRMA 18 Blora #Dinsos Blora #rombel Sekolah Rakyat #pendidikan keluarga miskin #Sekolah Rakyat blora