Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Blora Incar Swasembada Jagung Jateng, Luas Lahan Fantastis 100 Ribu Hektare

Abdul Rochim • Selasa, 7 April 2026 | 07:57 WIB

Bupati Blora Arief Rohman. (ARIF FAKHRIAN KHALIM/RADAR PATI)
Bupati Blora Arief Rohman. (ARIF FAKHRIAN KHALIM/RADAR PATI)

BLORA – Pemerintah Kabupaten Blora berkomitmen penuh mendukung program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan Bapak Presiden.

Dengan mengincar peringkat utama produsen jagung terbesar di Jawa Tengah. 

Bupati Blora Arief Rohman mengatakan, saat ini Kabupaten Blora memiliki luas lahan mencapai hampir 83.000 hektare dan menjadi produsen jagung kedua terbesar di Jawa Tengah.

Baca Juga: Harga Plastik Sembako di Blora Melejit, Kenaikan Bervariasi Mulai Rp 5 hingga 7 Ribu Per Kg

Dengan tekad yang kuat, pemerintah daerah mengajak seluruh elemen, termasuk Kelompok Tani Hutan (KTH) untuk bersinergi meningkatkan produktivitas jagung demi kesejahteraan bersama.

“Kami tentunya mendukung apa yang menjadi program dari Bapak Presiden terkait dengan ketahanan pangan, bahwa Blora ini penghasil jagung terbesar kedua, kita luasan lahanya hampir 83.000 hektare,” terang Bupati
 
Bupati Arief berharap dengan tekad bersama kaitannya dengan jagung, dan dengan dukungan semuanya nanti bisa meningkatkan luasan lahan pertanian jagung.

“Tidak hanya 83.000, tapi bisa meningkat sampai 100.000 hektare kalau bisa. Kami ingin nanti ada pendampingan juga dari hulu sampai hilir, bagaimana soal bibitnya, soal pupuknya, dan sampai nanti setelah pasca panen ini hilirisasinya seperti apa,” imbuhnya

Terlebih dengan adanya wacana dari Kementerian Pertanian terkait kemungkinan produksi bioethanol yang ada di Kabupaten Blora.

Pihaknya ingin agar dinas-dinas terkait bekerja sama dengan Kementerian terkait untuk melakukan pemetaan kaitannya dengan Perhutani, dengan perhutanan sosial dan KTH.

“Muaranya adalah untuk para petani, terutama yang ada di KTH. Nanti dipetakan, dibuat semacam pokja untuk memetakan ini,” ujarnya.

“Jadi biar antara satu dengan yang lain, antara Perhutani ini dengan perhutanan sosial ini, tidak ada dikotomi. Satu dan yang lain Saling bisa berjalan. Tentunya patokannya adalah aturan yang ada,kita harmonisasi,” imbuhnya. 

Ia menambahkan, tentunya nanti dari kepolisian dan TNI juga sudah punya program untuk ketahanan pangan.

Lahan-lahan yang kira-kira tidak termanfaatkan, lahan-lahan yang marjinal ini, kalau bisa dimanfaatkan.

“Jadi kami ingin pemetaannya, termasuk kendala-kendala apa yang dihadapi untuk teman-teman yang perhutanan sosial, kami ingin bersinergi, kami ingin bekerja sama dengan baik.  Ini kami harap nanti keberadaan teman-teman ini nanti bisa rukun, bisa akur, bisa bersinergi semuanya,”harapnya. (ari)

Editor : Abdul Rochim
#swasembada jagung #Arief Rohman #blora