KOTA, RADARPATI.ID - Tersisa dua hari jelang penutupan pendaftaran calon pegawai negeri sipil (CPNS) Kabupaten Blora.
Diberitakan sebelumnya, Pemerintah pusat menyediakan kuota 208 orang untuk mengisi 80 tenaga teknis dan 128 tenaga kesehatan di Kota Sate.
Namun, saat ini Badan Kepegawaian Daerah (BKD) mencatat tidak ada pelamar dari dokter spesialis.
Kepala BKD Blora Heru Eko Wiyono mengaku kebingungan dan heran saat pelamar CPNS di Kabupaten Blora hanya sedikit.
Pasalnya, dari kuota 208 orang, yang mendaftar hanya 847 pelamar.
"Menjelang penutupan ini yang submit berkas hanya 847 pelamar. Terlalu sedikit ini, entah apa yang terjadi ini ada apa," ujarnya.
Ia menambahkan, bahkan terdapat beberapa formasi sepi peminat dan belum ada pendaftar.
Data dari 847 pelamar yang melakukan submit itu, paling banyak pelamar pada formasi tenaga kesehatan.
"CPNS yang dibutuhkan paling banyak memang tenaga kesehatan. Kalau yang spesialis itu banyak yang kosong atau belum ada yang daftar, masih nol pendaftar," ucapnya.
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Blora Edy Widayat mengatakan, saat ini pihaknya hanya bisa menyerahkan pengadaan dokter spesialis dan tenaga kesehatan ke BKD Blora.
Sebab, Rumah Sakit Samin Surosentiko Randublatung itu masih perlu ditingkatkan untuk pelayanan.
"Blora ini kekurangan tenaga kesehatan khususnya dokter spesialis. Dokter spesialis saat ini susah dicari dan jarang yang mau ditempatkan di Blora," tuturnya. (ari)
Editor : Abdul Rochim