BLORA, RADARPATI.ID - Bupati Blora Arief Rohman mengakui kemiskinan ekstrem dan stunting di Blora masih menjadi pekerjaan rumah (pr).
Baru-baru ini Arief memberikan mandat dan amanat kepada 271 kepala desa untuk menuntaskan program prioritas pusat meliputi kemiskinan ekstrim dan stunting di Kabupaten Blora.
Bupati Blora Arief Rohman mengatakan, pengentasan kemiskinan ekstrem itu perlu inovasi, kolaborasi dan koordinasi antar satu sama lain.
Sebagian dari warga masyarakat Blora membutuhkan uluran tangan dari pemerintah untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.
"Maka dari itu, seluruh kades yang baru saja ditambah masa jabatannya dua tahun harus memprioritaskan pr tersebut.
Pemkab akan bekerja keras untuk menurunkan kemiskinan ekstrim yang sudah tertuang dalam RPJMD 2024," ucapnya.
"Salah satunya dengan memperhatikan gizi, air bersih, sanitasi layak, kesehatan dan tempat tinggal masyarakatnya.
Kami juga akan terus menggandeng perusahaan dan CSR untuk program pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH) dan jambanisasi," ujarnya.
"Blora itu 50 persen wilayahnya hutan, sumber daya manusia (SDM) juga perlu diberikan kegiatan pemberdayaan.
Perlu ada inovasi dari desa khususnya kepala desa untuk mengatasi permasalahannya," ungkapnya. (ari/ali/ade)
Editor : Alfian Dani