Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

PSIR Dihantui Ancaman Sanksi Usai Kericuhan Semifinal Liga 4 Jateng

Abdul Rochim • Sabtu, 14 Februari 2026 | 14:21 WIB
RICUH: Sejumlah suporter masuk ke lapangan usai pertandingan PSIR kontra Persak di Stadion Krida. ((WISNU AJI/RADAR PATI)
RICUH: Sejumlah suporter masuk ke lapangan usai pertandingan PSIR kontra Persak di Stadion Krida. ((WISNU AJI/RADAR PATI)

Rembang – Manajemen PSIR Rembang kini diliputi kegelisahan setelah insiden kerusuhan yang terjadi pada leg kedua semifinal Liga 4 Jawa Tengah melawan Persak Kebumen di Stadion Krida, Kamis (12/2).

PSIR dipastikan tersingkir usai kalah agregat 1-3, termasuk kekalahan 0-2 pada laga penentuan tersebut.

Namun persoalan tak berhenti di hasil akhir.

Seusai peluit panjang berbunyi, suasana memanas ketika sejumlah suporter turun ke lapangan.

Wasit berlisensi FIFA, Dwi Purba Adi Wicaksana, dilaporkan menjadi sasaran amuk massa.

Ia sempat dikejar, didorong, bahkan diinjak oleh oknum yang merangsek masuk.

Situasi itu kini berpotensi menyeret klub pada sanksi berat dari Komite Disiplin PSSI.

Manajer PSIR, Rosno, mengaku cemas terhadap kemungkinan hukuman diskualifikasi yang dapat menghambat langkah tim menuju putaran nasional.

“Kami tentu sangat menyesalkan kejadian tersebut. Kekhawatiran terbesar adalah jika sampai ada sanksi diskualifikasi. Padahal persiapan menuju fase berikutnya sudah di depan mata,” ujarnya.

Ia berpendapat insiden terjadi setelah pertandingan usai sehingga ranah pengamanan seharusnya menjadi tanggung jawab panitia pelaksana.

Menurutnya, sanksi idealnya tidak sampai “mematikan” tim yang tengah berproses.

Tekanan terhadap PSIR makin bertambah karena sebelumnya klub juga tersandung kasus disiplin.

Pada Januari 2026, kiper Raihan Alfariq dijatuhi hukuman larangan bermain seumur hidup usai insiden keras dalam laga kontra Persikaba Blora.

Di tengah ketidakpastian, manajemen tetap melakukan pembenahan.

Evaluasi teknis terus digelar sembari memburu tambahan amunisi untuk musim depan.

Rosno mengungkapkan pihaknya memprioritaskan perekrutan penjaga gawang, pemain sayap, serta striker murni.

Sejumlah nama dari Purwodadi dan Klaten telah dihubungi dan dijadwalkan mengikuti uji coba dalam waktu dekat.

“Kami tidak boleh berhenti. Tim harus tetap disiapkan, apa pun keputusan nanti,” tegasnya.

Kini, PSIR hanya bisa menunggu hasil sidang disiplin sambil berharap sanksi yang dijatuhkan tidak mengubur ambisi mereka untuk kembali bersaing di level lebih tinggi. (noe/him)

Editor : Abdul Rochim
#Liga 4 Jawa Tegah #gol salto psir #PSIR Rembang VS Persak Kebumen #stadion krida #Ricuh Suporter PSIR