Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Warga Keluhkan Petugas MPP Rembang Ketus, DPMPTSP Evaluasi Pelayanan BPJS

Abdul Rochim
Penulis: Abdul Rochim❯

Advertisement

OPTIMALKAN LAYANAN: Kepala DPMPTSP Rembang, Dwi Martopo foto bersama Perwakilan BPJS Pusat dan rombongan membawa sertifikat penghargaan. (DPMPTSP RBG UNTUK RADAR PATI)
OPTIMALKAN LAYANAN: Kepala DPMPTSP Rembang, Dwi Martopo foto bersama Perwakilan BPJS Pusat dan rombongan membawa sertifikat penghargaan. (DPMPTSP RBG UNTUK RADAR PATI)

REMBANG – Keluhan warga mengenai sikap petugas yang dinilai ketus saat mengurus BPJS Kesehatan di Mal Pelayanan Publik (MPP) Rembang menjadi perhatian pemerintah daerah.

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Rembang pun melakukan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Advertisement

Langkah tersebut dilakukan setelah Bupati Rembang Harno menghubungi langsung Kepala DPMPTSP Rembang, Dwi Martopo.

Teguran itu menyusul curhatan warga Kecamatan Kaliori di media sosial yang mengaku mendapat perlakuan kurang ramah ketika mengurus layanan BPJS Kesehatan.

Advertisement

Menindaklanjuti informasi tersebut, DPMPTSP berkoordinasi dengan sejumlah gerai yang berkaitan dengan pelayanan jaminan kesehatan.

Namun, identitas petugas maupun waktu kejadian belum diketahui secara pasti.

“Yang jelas karena infonya saat itu masih blur. Kami hanya mencoba menindaklanjuti, minimal pendekatan gerai-gerai yang menangani seputar BPJS,” kata Dwi Martopo kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Menurut Dwi, koordinasi dilakukan dengan gerai Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, dan BPJS Kesehatan.

Petugas DPMPTSP yang menangani antrean di MPP juga menjadi bagian dari evaluasi tersebut.

Dia menegaskan, seluruh petugas yang berinteraksi langsung dengan masyarakat perlu menjaga sikap dan mengedepankan komunikasi yang baik. Hal itu penting agar keluhan serupa tidak kembali muncul.

“Penting pelayanan harus bagus. Kita komunikasikan ke bawah, terutama teman-teman yang bersinggungan langsung urusan BPJS, termasuk petugas kami yang mengurusi antrean. Kita komunikasi harus ramah, jangan ketus yang diceritakan di medsos itu,” imbuhnya.

Pembenahan pelayanan dinilai semakin penting karena Rembang telah menyandang status Universal Health Coverage (UHC) prioritas.

Status tersebut turut mendorong meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan jaminan kesehatan, termasuk pengurusan reaktivasi kepesertaan bagi warga kurang mampu.

DPMPTSP berkomitmen membenahi sarana dan prasarana serta mendorong petugas di setiap gerai memberikan pelayanan yang ramah.

Dengan demikian, peningkatan akses layanan kesehatan diharapkan diimbangi dengan kenyamanan masyarakat saat mengurus administrasi.

BPJS Apresiasi Pelayanan MPP

Di tengah upaya evaluasi tersebut, MPP Rembang juga mendapat kunjungan Direktur Perencanaan BPJS pusat bersama rombongan pada Kamis (23/10).

Kunjungan itu menjadi momentum apresiasi terhadap kinerja pelayanan pemerintah daerah.

Dari sejumlah gerai yang beroperasi di MPP Rembang, BPJS Kesehatan, Dinas Sosial, dan Dinas Kesehatan tercatat sebagai tiga gerai dengan jumlah pelayanan kepada masyarakat paling banyak.

Perwakilan BPJS pusat menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap pelayanan yang telah berjalan di Rembang.

DPMPTSP berharap evaluasi internal dan dukungan dari berbagai pihak dapat mendorong peningkatan mutu pelayanan secara berkelanjutan.

Keramahan petugas, kepastian informasi, serta kenyamanan warga menjadi bagian penting dalam mewujudkan layanan publik yang lebih baik. (*)

Advertisement

Artikel Terkait

Sudah 22 Hari, Rekomendasi Kemendagri untuk Lima Calon Direktur PDAM Rembang Belum Turun

Sudah 22 Hari, Rekomendasi Kemendagri untuk Lima Calon Direktur PDAM Rembang Belum Turun

Penetapan Direktur Perumda Air Minum Banyumili Rembang masih menunggu pertimbangan Kemendagri. Lima calon telah mengikuti seleksi dan berkasnya dikirim ke Jakarta, tetapi rekomendasi belum turun.

Modal Rp 200 Ribu, Cucur Aulia Rembang Jadi Tenant Terfavorit NjajanFest 3X 2026

Modal Rp 200 Ribu, Cucur Aulia Rembang Jadi Tenant Terfavorit NjajanFest 3X 2026

Berawal dari modal Rp200 ribu, Cucur Aulia milik Aulia Hilwa Sabrina menjadi tenant terfavorit NjajanFest 3X 2026. Dukungan Rumah BUMN Rembang membantu memperluas pasar dan meningkatkan penjualan UMKM lokal.

 Gaji PPPK Ditanggung Pusat pada 2027, Rembang Hitung Penghematan Rp 300 Miliar

Gaji PPPK Ditanggung Pusat pada 2027, Rembang Hitung Penghematan Rp 300 Miliar

Gaji PPPK berpotensi ditanggung pemerintah pusat mulai 2027. Bupati Rembang Harno memperkirakan APBD bisa menghemat hampir Rp300 miliar dan berharap dana transfer daerah tidak ikut dipangkas.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer