
REMBANG – Luas lahan tembakau di Kabupaten Rembang meningkat dari 7.400 hektare menjadi 7.900 hektare.
Kenaikan tersebut menjadi salah satu indikator berkembangnya komoditas perkebunan yang menopang perekonomian masyarakat, meski petani masih menghadapi tantangan cuaca panas ekstrem dan keterbatasan air.
Bupati Rembang Harno bersama Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) Agus Iwan Haswanto, unsur Forkopimcam, serta mitra usaha menghadiri panen raya tembakau di Desa Jatihadi, Kecamatan Sumber, Rabu (21/10).
Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan konsolidasi dan koordinasi bersama sejumlah pihak untuk membahas perkembangan tembakau di Kabupaten Rembang.
Pertemuan melibatkan pemerintah daerah melalui Dintanpan, perwakilan Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) tingkat kabupaten dan kecamatan, serta mitra usaha PT Sadhana.
Agus Iwan Haswanto menjelaskan, agenda panen raya tidak hanya menjadi penanda musim panen, tetapi juga ruang komunikasi untuk menjaga keberlangsungan usaha tembakau.
Menurutnya, peningkatan luas lahan turut diikuti kenaikan produksi, meskipun kualitas hasil panen berpotensi sedikit menurun akibat kondisi cuaca.
“Kami berikan wadah untuk terus konsolidasi, koordinasi untuk perkembangan tembakau di Kabupaten Rembang,” kata Agus kepada Jawa Pos Radar Pati, Rabu (21/10).
Ia menyebutkan, suhu panas ekstrem dapat memengaruhi proses pascapanen. Pengeringan yang berlangsung terlalu lama justru berisiko merusak kualitas tembakau.
Karena itu, pendampingan dari mitra diperlukan agar mutu hasil panen tetap terjaga.
Kendala lain yang dihadapi petani adalah keterbatasan air. Sejumlah petani bahkan harus mendatangkan air menggunakan tangki untuk menyiram tanaman.
Meski demikian, pendampingan budidaya diharapkan membantu petani mempertahankan kualitas komoditas tersebut.
Pada kesempatan itu, pemerintah daerah bersama pihak terkait juga memberikan apresiasi kepada desa dengan lahan tembakau terluas, petani dengan penanganan pascapanen terbaik, petani terinovatif, serta petani yang menerapkan praktik budidaya terbaik.
Berdasarkan data Dintanpan Rembang, Desa Sukorejo, Kecamatan Sumber, memiliki lahan tembakau seluas 247,64 hektare.
Disusul Desa Randuagung, Kecamatan Sumber, dengan 227,75 hektare, serta Desa Sidomulyo, Kecamatan Gunem, seluas 172,82 hektare.
Bupati Rembang Harno berharap kemitraan antara petani dan perusahaan dapat terus berjalan dengan baik serta memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak.
Ia juga mendorong agar petani tetap bersemangat mengembangkan tembakau sebagai salah satu komoditas penting daerah.
“Harapan petani bersemangat. Tembakau komoditas penting di Kabupaten Rembang. Tahun depan belajar dari tahun ini, berharap lebih baik,” ujarnya.
Pemkab Perkuat Dukungan Alat Pertanian
Selain menyoroti perkembangan tembakau, Harno menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung sektor pertanian melalui bantuan pupuk dan alat mesin pertanian (alsintan).
Bantuan yang disediakan mencakup traktor berbagai ukuran, mesin semprot, pompa air, hingga peralatan penunjang lainnya.
Dalam momentum Hari Jadi Kabupaten Rembang, pemkab telah mengajukan bantuan sebanyak 287 unit alat pertanian kepada kementerian.
Harno menyampaikan bahwa pengajuan tersebut telah disetujui.
“Alhamdulillah, pengajuan tersebut langsung disetujui oleh kementerian,” ucapnya.
Kabupaten Rembang juga memperoleh bantuan 12 unit combine harvester yang telah disalurkan ke sejumlah kecamatan.
Alat tersebut diharapkan mempercepat proses panen padi sekaligus meningkatkan efisiensi kerja petani.
Harno mempersilakan kelompok tani yang masih membutuhkan alsintan untuk menyampaikan usulan melalui Dintanpan, penyuluh pertanian, maupun camat.
Usulan tersebut dapat menjadi pertimbangan dalam penyaluran bantuan pada tahun berikutnya.
Ia meminta pendataan penerima bantuan dilakukan secara tertib dan menyeluruh. Dengan begitu, pemerintah dapat mengetahui kelompok tani yang sudah menerima bantuan maupun yang belum mendapatkannya.
Pendataan juga diperlukan untuk mengidentifikasi alat yang rusak dan membutuhkan penggantian.
Di sisi lain, Harno mendorong penambahan embung guna memperkuat ketersediaan air untuk pertanian.
Upaya tersebut perlu dibarengi koordinasi dengan perangkat daerah terkait serta dukungan anggaran dari pemerintah kabupaten, provinsi, maupun pusat sesuai kewenangannya.
Melalui bantuan sarana produksi, alsintan, penguatan infrastruktur pengairan, dan kemitraan usaha, Pemkab Rembang berharap produktivitas pertanian tetap terjaga dan komoditas tembakau semakin berkontribusi terhadap perekonomian masyarakat.
Daftar Apresiasi Petani Tembakau
Lahan tembakau terluas: Sukorejo (Sumber), 247,64 hektare; Randuagung (Sumber), 227,75 hektare; Sidomulyo (Gunem), 172,82 hektare.
Penanganan pascapanen terbaik: Darko (Lambangan Kulon), Kusaini (Pomahan), dan Jamsuri (Mlatirejo).
Petani terinovatif: Arif Sholicin (Logede), Wisnu Prastya (Pinggan), dan Zainudin (Telgawah).
Petani dengan praktik budidaya terbaik: Sucipto (Megulung), Sunardi (Jukung), dan MZ Arifin (Karangasem, Sedan). (noe)




