PATI – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pati tetap berjalan selama bulan Ramadan, meski dua lembaga pendidikan memilih tidak ikut serta.
Dua yayasan yang menyatakan tidak berpartisipasi adalah Yayasan Salafiyah Kajen dan Yayasan Al Makruf Hadiwijaya di Kecamatan Margoyoso.
Keputusan tersebut disampaikan secara resmi melalui surat dari masing-masing pihak sekolah.
Koordinator MBG Wilayah Pati, Ahmad Khoirul Basar, menjelaskan bahwa penolakan tersebut tidak mengganggu operasional program secara keseluruhan.
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tetap melayani sekolah-sekolah yang bersedia menjalankan MBG tanpa ada pengalihan distribusi.
“Operasional SPPG tetap berjalan seperti biasa, meski ada dua yayasan yang tidak mengikuti program selama Ramadan,” ujar Basar.
Ia juga memastikan anggaran MBG tidak mengalami perubahan.
Untuk paket menu besar bagi siswa kelas 4 SD hingga SMA dialokasikan Rp10.000 per anak.
Sedangkan menu kecil untuk PAUD hingga kelas 3 SD sebesar Rp 8.000 per anak.
Program ini turut menyasar ibu hamil dengan alokasi Rp 10.000 serta balita sebesar Rp8.000 per anak.
Basar menegaskan pengawasan di lapangan terus dilakukan guna menjamin kualitas makanan dan kelancaran distribusi sesuai standar.
Jika ditemukan pelanggaran, penyedia layanan akan mendapat teguran dan evaluasi.
Koordinasi juga dilakukan bersama pimpinan SPPG agar mutu layanan tetap terjaga.
Sejumlah temuan di lapangan telah dilaporkan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) di tingkat pusat.
Namun, terkait sanksi terhadap penyedia layanan menjadi kewenangan lembaga tersebut.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang beredar di media sosial tanpa verifikasi.
Warga disarankan melakukan konfirmasi langsung ke SPPG setempat untuk memastikan kebenaran informasi.
Meski ada dua yayasan yang menolak, pemerintah tetap berkomitmen melanjutkan Program MBG selama Ramadan sebagai upaya pemenuhan gizi bagi pelajar dan kelompok rentan di Kabupaten Pati. (adr)
Editor : Abdul Rochim