Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Seminar Internasional STAI Syeh Jangkung Pati Diikuti 200 Peserta dari

Abdul Rochim • Senin, 9 Februari 2026 | 13:38 WIB
Seminar. (Ilustrasi: Freepik)
Seminar. (Ilustrasi: Freepik)

PATI - Seminar Internasional STAI Syekh Jangkung dikuti hingga 200 peserta pada Rabu (5/2/2026).

Ratusan peserta yang mengikuti seminar itu dari kalangan mahasiswa, dosen, guru, dan peneliti dari dalam dan luar negeri.

Kegiatan secara daring yang digelar dalam rangka HUT ke-10 STAI Syekh Jangkung. 

“Kalau berdasarkan presensi, peserta yang mengikuti kegiatan seminar kali ini berasal lebih dari 70 kampus,” kata M. Yusrul Hana, penanggungjawab acara seminar.

Puluhan kampus itu, lanjut Yusrul, berasal sedikitnya dari 20 provinsi yang ada di Indonesia.

Misalnya dari Maluku Utara ada Dr. Umi Barjiyah dari Universitas Khairun Ternate.

Dari pulau Sulawesi sedikitnya ada tiga provinsi, seperi Sulawesi Selatan (Universitas Negeri Makassar dan IAIN Parepare.

Kemudian ada dua kampus dari Provinsi Sulawesi Utara seperti Universitas Sam Ratulangi dan IAIN Manado yang di antaranya diwakili Dr. M. Rachman.

Sedangkan dari Provinsi Gorontalo juga ikut serta yaitu Universitas Negeri Gorontalo.

Dari pulau Nusa Tenggara dan Bali juga ada yang mengikuti seminar tersebut.

Seperti dari NTT ada STAI Kupang dan Provinsi NTB diikuti peserta dari Universitas Mataram, dan Universitas Pendidikan Mandalika yang di antaranya diwakili Dr. Lalu Habiburahman.

Kampus Universitas Udayana dari Bali juga menjadi salah satu peserta.

Begitu juga dari Provinsi Kalimantan Selatan seperti STAI Kuala Kapuas.

“Kami surprise rekan-rekan dari Indonesia Timur banyak yang bergabung dalam seminar ini,” tambah alumnus UIN Sunan Kalijaga ini.

Peserta dari pulau Sumatera terwakili oleh UIN Imam Bonjol Padang, ISI Padangpanjang, dan Universitas Andalas dari Provinsi Sumatera Barat.

Sementara itu dari Provinsi Sumatera Utara ada dari Universitas Negeri Medan dan UIN Sumatera Utara. Provinsi Jambi: UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.

Dari Lampung ada dari kampus UIN Jurai Siwo Lampung. Bangka Belitung ada dua kampus yaitu IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung dan IAIN SAS Bangka Belitung.

Sedangkan dari Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam ada dari kampus Universitas Malikussaleh yang dihadiri Dr. Pangeran Nasution.

“Sementara itu dari pulau Jawa, kampus-kampus dari semua provinsi ada di Jawa ikut menjadi peserta. Dari Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, DIY, Jawa Barat, Banten, dan DKI Jakarta,” jelas Yusrul yang juga dosen Program Studi Sejarah dan Kebudayaan Islam ini.

Menariknya, lanjut Yusrul, perguruan tinggi yang ikut itu datang dari kampus negeri maupun swasta, baik yang berstatus sekolah tinggi sampai universitas.

Misalnya dari Universitas Airlangga, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, dan Universitas Sebelas Maret Surakarta yang di antaranya diwakili Dr. M. Ridwan.

Selain dari perguruan tinggi, acara seminar ini juga diikuti oleh guru dan pegiat budaya dari berbagai sekolah.

Ketua Panitia Satu Dekade STAI Syekh Jangkung Nurul Fatimah menjelaskan, seminar ini menghadirkan empat pembicara, dua pembicara dari dalam negeri dan dua pembicara dari luar negeri.

Dari dalam negeri ada Edy Supratno, ketua STAI Syekh Jangkung dan Ahmad Suaedy dari Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia.

Adapun dua pembicara dari luar negeri, yaitu Hamzah bin Muzaini dari National University of Singapura dan Azis mahasiswa program doktoral di University Saint Andrews of United of Kingdom (UK).

Seminar ini juga bekerjasama dengan Ngaji Budaya, sebuah komunitas yang terbentuk dari jalinan sesama alumni Ilmu-Ilmu Humaniora Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada. (*/him)

Editor : Abdul Rochim
#seminar internasional #STAI Syeh Jangkung Pati